
Patroli di sekitaran jalan Ulee Lheue di Banda Aceh oleh Satpol PP-WH Banda Aceh. [Foto: Humas Satpol PP-WH]
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat dan warga memadati ruang-ruang publik untuk bersantai, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh justru mulai meningkatkan kewaspadaan. Kawasan wisata Ulee Lheue, tanggul Lamnyong, hingga Alue Naga menjadi titik-titik prioritas patroli guna memastikan ketertiban umum tetap terjaga dan pelanggaran syariat Islam dapat dicegah sejak dini.
Patroli rutin yang digelar setiap sore hingga malam hari itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mempertahankan identitas kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.
Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, M Rizal, mengatakan pengawasan di sejumlah kawasan publik terus dilakukan secara intensif sebagai langkah preventif untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
“Pengawasan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan tim Satpol PP-WH pada sore dan malam hari,” ujar Rizal, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, pengawasan tidak hanya difokuskan di kawasan wisata Ulee Lheue yang kerap menjadi tujuan warga menikmati suasana sore dan malam. Petugas juga menyisir sejumlah titik lain yang dinilai berpotensi terjadi pelanggaran, mulai dari kawasan tanggul Lamnyong hingga Alue Naga.
Dalam setiap patroli, kata Rizal, petugas memantau berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban dan ketenteraman umum. Pengawasan dilakukan terhadap kendaraan yang berhenti di lokasi sepi, area berkumpulnya muda-mudi, maupun aktivitas lain yang dinilai tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan ruang-ruang publik di Banda Aceh tetap dimanfaatkan sesuai fungsinya dan masyarakat merasa aman serta nyaman saat beraktivitas,” katanya.
Ia menegaskan, patroli yang dilakukan bukan semata-mata untuk melakukan penindakan, melainkan lebih mengedepankan pendekatan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat agar semakin sadar pentingnya menjaga ketertiban bersama.
Menurut Rizal, ruang publik yang tertib dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Satpol PP-WH mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan melaporkan jika menemukan aktivitas yang berpotensi melanggar aturan atau mengganggu kenyamanan lingkungan.
“Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkesinambungan agar kawasan publik tetap tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kawasan Ulee Lheue sendiri selama ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Banda Aceh yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Keindahan pantai dan suasana senja yang memikat menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat favorit warga untuk berolahraga, berkumpul bersama keluarga, maupun menikmati waktu senggang.
Namun di balik keramaian itu, pemerintah kota juga berupaya memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dalam koridor yang sesuai dengan aturan dan nilai-nilai syariat Islam yang menjadi landasan kehidupan sosial di Banda Aceh.
Bagi Satpol PP-WH, menjaga ketertiban bukan hanya soal menegakkan aturan, tetapi juga menjaga wajah kota agar tetap ramah, aman, dan berkarakter. Karena itu, kehadiran petugas di ruang publik diharapkan tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa ketenteraman kota adalah tanggung jawab bersama.
Di saat senja terus berganti malam di Ulee Lheue dan kawasan lainnya, patroli itu akan tetap berjalan—menjadi ikhtiar agar Banda Aceh tetap menjadi kota yang tertib, nyaman, dan selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung masyarakatnya.
[Raudhtul Jannah]