
Ilustrasi pemakaman di Arab Saudi. [Foto: PPIH Aceh]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Duka jamaah haji Aceh di Tanah Suci kembali bertambah. Seorang jamaah asal Kota Langsa dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi, sehingga jumlah jamaah Aceh yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M meningkat menjadi 10 orang. Di saat yang sama, sebanyak 11 jamaah lainnya masih menjalani perawatan medis.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan penambahan jumlah jamaah wafat tersebut setelah pihaknya menerima laporan meninggalnya seorang jamaah asal Kota Langsa.
“Jumlah jamaah yang meninggal dunia kembali bertambah satu orang, sehingga total jamaah Aceh yang wafat hingga saat ini mencapai 10 orang,” ujar Arijal, Selasa (16/6/2026).
Jamaah yang terakhir dilaporkan meninggal adalah Razali Muhammad Ben, warga Gampong Tengoh, Kota Langsa. Ia mengembuskan napas terakhir pada 15 Juni 2026 di Al Haram Hospital akibat sindrom koroner akut dan penyakit jantung iskemik kronis.
Sebelumnya, Muhammad Yusuf, jamaah asal Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia pada 14 Juni 2026 di Madinah akibat hypovolaemic shock. Almarhum dimakamkan di pemakaman Baqi, salah satu kompleks pemakaman bersejarah di Kota Madinah.
Pada 5 Juni 2026, Nurdin Ali asal Kabupaten Pidie wafat di Makkah akibat cardiogenic shock dan pneumonia. Sementara Mahdi Muhammad Sufi dari Kabupaten Aceh Besar meninggal dunia pada 3 Juni 2026 di King Abdul Aziz Hospital karena penyakit ginjal kronis.
Dua jamaah lainnya meninggal pada 31 Mei 2026, yakni Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh asal Kabupaten Pidie dan Sulasry Abdul Gani dari Kabupaten Bireuen. Keduanya dilaporkan meninggal akibat gangguan jantung yang disertai komplikasi penyakit lainnya.
Sebelum itu, Aminah Ahmad (76), jamaah asal Kabupaten Pidie Jaya, meninggal dunia pada 30 Mei 2026 akibat gangguan pernapasan yang disertai gejala serangan jantung. Sehari sebelumnya, Siti Salmijah (83), yang juga berasal dari Pidie Jaya, wafat akibat gagal jantung kongestif.
Sementara dua jamaah Aceh lainnya yang meninggal di Arafah pada 26 Mei 2026 adalah Maimunah Yusuf Ali (72) asal Aceh Tamiang dan Nurwaida Muhammad Yusuf (76) asal Kabupaten Bireuen. Keduanya meninggal akibat komplikasi penyakit jantung.
Arijal menyampaikan, PPIH Aceh terus memantau kondisi seluruh jamaah yang masih berada di Arab Saudi. Saat ini, sebanyak 11 jamaah Aceh masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Menurutnya, PPIH juga terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji dan otoritas Arab Saudi untuk memastikan pelayanan medis bagi jamaah Aceh berjalan maksimal hingga seluruh rangkaian ibadah haji berakhir.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi jamaah yang sedang dirawat dan berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui koordinasi dengan petugas kesehatan serta pihak terkait di Arab Saudi,” katanya.
Bertambahnya jumlah jamaah yang wafat menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji, terutama bagi jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Selain aktivitas ibadah yang padat, suhu udara yang tinggi di Arab Saudi juga menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah. Karena itu, petugas haji terus mengimbau jamaah untuk menjaga stamina, mengonsumsi obat secara teratur bagi yang memiliki riwayat penyakit, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan.
Meski duka terus bertambah, PPIH Aceh berharap seluruh jamaah yang masih menjalankan ibadah di Tanah Suci dapat menyelesaikan rangkaian haji dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.
[Raudhatul Jannah]