
MEDIASURAK.ID,MEDAN- Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengajak pemerintah kota di Indonesia memperkuat komitmen sekaligus mempercepat langkah konkret dalam menekan emisi, sebagai upaya menghadapi dampak perubahan iklim. Perubahan iklim dinilai bukan sekadar isu global atau prediksi masa depan, tapi persoalan nyata yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
“Perubahan iklim bukan lagi sekadar data dalam laporan ilmiah, tetapi kenyataan yang memengaruhi kehidupan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, merusak infrastruktur, mengancam ketahanan pangan, bahkan membebani kapasitas fiskal daerah,” kata Illiza saat menjadi narasumber dalam Forum Lingkungan Hidup Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Aryaduta, Medan, Selasa (30/6/2026).
Illiza mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting menghadapi tantangan perubahan iklim. Untuk itu, setiap pemerintah kota dituntut menghadirkan kebijakan dan program pembangunan yang berorientasi pada pengurangan emisi serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Komitmen saja tidak cukup jika tidak diikuti langkah nyata. Pemerintah daerah perlu mempercepat implementasi berbagai program yang mampu menekan emisi karbon, sekaligus meningkatkan ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim,” ujar Illiza.
Mengutip Surah Ar-Rum ayat 41, kerusakan di darat maupun di laut kata Illiza, terjadi akibat perbuatan manusia. Untuk itu, pesan dari ayat tersebut hendaknya menjadi pengingat, bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui pola pembangunan berkelanjutan.
“Upaya menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tapi membutuhkan perubahan cara masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam agar tetap lestari,” tegasnya.
Illiza menilai Forum Lingkungan Hidup APEKSI menjadi wadah strategis pemerintah kota untuk bertukar pengalaman, berbagi praktik terbaik, serta memperkuat kerjasama menghadapi tantangan perubahan iklim. Ia turut memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan Pemerintah Kota Banda Aceh, dalam mendorong keterlibatan masyarakat, komunitas, serta pemberdayaan perempuan, salah satunya dalam mengelola sampah.
“Setiap kota memiliki potensi dan inovasi yang bisa saling dipelajari. Kolaborasi antardaerah menjadi kunci memperkuat gerakan menuju kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” katanya.
Illiza berharap pemerintah kota di seluruh Indonesia mempererat sinergi dalam menyusun dan menjalankan kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
[Raudhah]

