
Salah seorang jenazah jamaah haji Aceh saat hendak dilakukan proses pemakaman, di Arab Saudi. [Foto: PPIH Embarkasi Aceh]
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Jumlah jemaah haji asal Aceh yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci kembali bertambah. Hingga akhir Juni 2026, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh mencatat sebanyak 20 jemaah meninggal dunia akibat berbagai kondisi kesehatan.
Ketua PPIH Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penambahan terbaru berasal dari Rapasah Puteh, jemaah asal Kabupaten Nagan Raya yang tergabung dalam Kloter 9. Almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah.
“Jemaah haji Aceh yang meninggal dunia di Makkah kembali bertambah menjadi 20 orang,” kata Arijal, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, Rapasah Puteh meninggal dunia akibat sesak napas setelah beberapa waktu dirawat di rumah sakit.
“Beliau meninggal karena sakit sesak napas. Sebelumnya memang sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Aceh, mayoritas jemaah yang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit jantung, gangguan pernapasan, serta komplikasi penyakit penyerta yang diderita para jemaah.
Sebelum Rapasah Puteh, jemaah yang juga dilaporkan wafat adalah Mardani Asya Adam (61), asal Kabupaten Bener Meriah, yang meninggal di King Abdul Aziz Hospital pada 29 Juni 2026.
Selain itu, Fatimah Basyah asal Aceh Jaya meninggal akibat septic shock, pneumonia, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), dan congestive heart failure (CHF). Aisyah Abdullah dari Aceh Timur wafat karena hipoksia serebral, sedangkan Muhammad Thaib asal Pidie Jaya meninggal akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).
Korban lainnya, Cut Salmiah dari Pidie dan M. Natsir Muhammad Isa asal Pidie Jaya sama-sama meninggal akibat cardiogenic shock. Sementara Mustafa Ismail asal Banda Aceh wafat karena gagal napas akut yang disertai septic shock, pneumonia, pneumotoraks, gagal ginjal akut, serta serangan jantung akut dengan riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Petugas haji Dedeng Trisulo juga meninggal akibat serangan jantung akut.
Selanjutnya, Busra Bustamam Jamil asal Aceh Selatan meninggal karena septic shock, gagal napas akut, dan perdarahan saluran cerna. Razali Mahmud Ben dari Kota Langsa wafat akibat acute coronary syndrome dengan penyakit jantung iskemik kronis, sedangkan Muhammad Yusuf asal Bireuen meninggal karena hypovolaemic shock.
Adapun Nurdin Ali dari Pidie meninggal akibat cardiogenic shock disertai pneumonia, Mahdi Muhammad Sufi asal Aceh Besar karena penyakit ginjal kronis, Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh dari Pidie akibat cardiogenic shock dan pneumonia, serta Sulasry Abdul Gani asal Bireuen juga meninggal karena cardiogenic shock.
Sementara itu, Aminah Ahmad dan Siti Salmijah, keduanya berasal dari Pidie Jaya, meninggal akibat gagal jantung. Maimunah Yusuf Ali asal Aceh Tamiang juga wafat karena acute decompensated congestive heart failure, sedangkan Nurwaida Muhammad Yusuf asal Bireuen meninggal akibat cardiogenic shock.
Arijal menambahkan, hingga saat ini masih terdapat satu jemaah haji asal Aceh yang menjalani perawatan di Arab Saudi, yakni Abdul Rahman asal Kabupaten Pidie Jaya yang dirawat di Rumah Sakit King Fahad Hospital.
[Raudhah]



