
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil alias Ayahwa
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Puluhan ribu kepala keluarga (KK) korban banjir di Kabupaten Aceh Utara kini menggantungkan harapan besar kepada pemerintah pusat agar bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dapat segera dicairkan sebelum Hari Raya Idul Adha 2026.
Harapan itu disampaikan langsung Bupati Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa saat melakukan koordinasi dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Ayahwa turut didampingi Asisten III Setdakab Aceh Utara Daya Albar, Kepala Dinas Sosial, serta Plt Kalaksa BPBD Aceh Utara, Fauzan.
Kunjungan itu dilakukan untuk memperjuangkan realisasi bantuan pemerintah pusat bagi warga terdampak banjir, mulai dari bantuan Jaminan Hidup (Jadup), stimulan ekonomi, hingga bantuan isian rumah bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf disebut memberikan apresiasi terhadap langkah cepat dan penanganan bencana hidrometeorologi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Bupati Ismail A Jalil mengatakan, proses pendataan korban banjir dilakukan secara ketat dan berlapis, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga proses verifikasi dan validasi di Posko BPBD serta Dinas Sosial.
“Pendataan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kriteria penerima,” ujar Ayahwa.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama terdapat 667 KK yang telah diverifikasi dan dipadankan dengan data Disdukcapil. Sedangkan pada tahap kedua tercatat sebanyak 4.043 KK.
Seluruh data tersebut telah ditetapkan melalui keputusan Bupati dan ditandatangani bersama unsur Forkopimda, yakni Kapolres, Dandim, dan Kajari sebelum diusulkan ke pemerintah pusat.
Namun jumlah korban terdampak ternyata jauh lebih besar. Saat ini, Pemkab Aceh Utara kembali mengusulkan tahap ketiga dengan jumlah mencapai 58.528 KK yang kini masih dalam proses realisasi di tingkat pusat.
Besarnya angka tersebut menggambarkan betapa luas dampak banjir yang melanda Aceh Utara dan memukul kondisi ekonomi masyarakat di berbagai kecamatan.
Ayahwa berharap bantuan tersebut dapat segera dicairkan sehingga warga bisa mulai bangkit dan memulihkan kondisi ekonomi keluarga mereka menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Harapan kita bantuan ini bisa segera turun agar masyarakat dapat terbantu menghadapi kondisi pascabanjir,” katanya.
Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Aceh Utara, Fauzan mengatakan pemerintah juga mendata warga korban banjir yang selama ini tinggal di rumah sewa.
Menurutnya, rumah yang mengalami kerusakan berat nantinya akan dibangun kembali dan diberikan kepada pemilik rumah. Sedangkan warga penyewa rumah akan memperoleh bantuan stimulus isi hunian sebesar Rp 3 juta dan bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp 5 juta.
Fauzan menambahkan, rumah rusak berat milik perusahaan, baik milik BUMN, BUMD maupun swasta, tidak termasuk dalam skema bantuan pemerintah.
“Kalau rumah perkebunan, BUMN, BUMD atau swasta, sepenuhnya perbaikan akan menjadi tanggung jawab pihak perusahaan,” ujarnya.[hr]