
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali memukul pengguna kendaraan. Lonjakan harga yang dilakukan PT Pertamina (Persero) bahkan mencapai Rp6.300 hingga Rp9.400 per liter—angka yang langsung terasa di kantong masyarakat.
Produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan signifikan, sementara Pertamax dan Pertalite tetap tidak berubah.
Namun di lapangan, reaksi warga justru seragam:
kaget, tertekan, dan mulai menghitung ulang hidup.
“Dari Rp 80 Ribu Bisa Jadi Rp100 Ribu Sehari”
Riski (25), pengendara sekaligus pengemudi ojek online, mengaku langsung merasakan dampaknya.
“Biasanya Rp 80 ribu sehari, sekarang bisa Rp 90 ribu sampai Rp100 ribu. Ngelus dada juga,” ujarnya Minggu (19/4/2026).
Bagi Rizki, BBM bukan sekadar kebutuhan—melainkan modal kerja. Ia tetap memilih Pertamax Turbo demi performa mesin, meski konsekuensinya biaya melonjak.
Untuk menutup selisih, satu-satunya pilihan: menambah jam kerja.
Dari yang biasanya berhenti pukul 21.00 WIB, kini ia bersiap menarik penumpang hingga pukul 23.00 WIB.
“Semoga tarif ojol ikut naik,” katanya, setengah berharap.
Penyesalan dan Keterpaksaan
Cerita serupa datang dari Ihsan (28). Ia mengaku menyesal tidak mengisi penuh tangki sebelum harga naik.
“Harusnya semalam isi full. Naiknya lumayan banget,” ujarnya.
Meski harga melonjak, Ihsan tetap bertahan menggunakan Pertamax Turbo. Alasannya sederhana: kualitas.
Hal ini menunjukkan fenomena baru—
konsumen sadar mahal, tapi tetap terjebak pada kebutuhan kualitas.
Naik Tajam di Tengah Tekanan Global
Kenaikan ini tidak berdiri sendiri. Ia terjadi di tengah ketidakpastian energi global, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang memicu gangguan distribusi dan lonjakan harga minyak dunia.
Di sisi lain, mekanisme BBM nonsubsidi memang mengikuti harga pasar global—yang berarti fluktuasi tajam menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.
Namun bagi masyarakat, penjelasan itu tidak mengurangi beban.
Yang terasa tetap sama: pengeluaran membengkak.
Daftar Harga Baru: Lonjakan yang Sulit Diabaikan
Penyesuaian harga kali ini tergolong ekstrem:
- Pertamax Turbo: Rp19.400/liter (naik Rp6.300)
- Dexlite: Rp23.600/liter (naik Rp9.400)
- Pertamina Dex: Rp23.900/liter (naik Rp9.400)
Sementara itu:
- Pertamax tetap Rp12.300/liter
- Pertamax Green 95 tetap Rp12.900/liter
Dampak Nyata: Dari Tangki ke Dapur
Kenaikan BBM nonsubsidi bukan hanya soal kendaraan. Dampaknya merembet ke banyak sektor:
- biaya transportasi naik
- ongkos logistik terdorong
- harga barang berpotensi ikut naik
Bagi pekerja informal seperti ojek online, tekanan terasa dua kali lipat:
biaya naik, pendapatan belum tentu ikut naik.
Pilihan yang Makin Sempit
Kenaikan ini memperlihatkan realitas baru:
masyarakat kelas menengah ke bawah mulai terjepit di antara kebutuhan kualitas dan keterbatasan daya beli.
Mereka tahu harga mahal—tapi tidak selalu punya pilihan untuk turun kelas.
Dan ketika itu terjadi, satu hal yang pasti: yang dikorbankan adalah waktu, tenaga, dan kualitas hidup.[edi s]
