
Empat santri Dayah Ruhul Qur’ani tingkat MTs yang mewakili Kwarcab Aceh Barat dalam seleksi Jambore Dunia ke-26 di BLPP Saree, Aceh Besar selama tiga hari, yaitu 10-12 April 2026. Ist
MEDIASURAK.ID, MEULABOH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Aceh. Dua santri Dayah Ruhul Qur’ani Meulaboh berhasil menembus seleksi ketat menuju ajang World Scout Jamboree ke-26 yang akan digelar di Gdansk, Polandia, pada 30 Juli hingga 8 Agustus 2027.
Keduanya mewakili Kwartir Cabang (Kwarcab) Aceh Barat dan tampil gemilang dalam proses seleksi yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh di BLPP Saree, Aceh Besar, selama tiga hari (10–12 April 2026).
Dari empat santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang diutus, yakni Raffarel Samawa Arrafi, Said Furqon Habiby, Brilliant Medhinna Fibby Panjaitan, dan Dhiya Alisha Firman, dua nama berhasil melangkah ke panggung dunia: Brilliant Medhinna Fibby Panjaitan dan Dhiya Alisha Firman.
Tak hanya lolos, Brilliant Medhinna bahkan mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih nilai tertinggi se-Aceh, menegaskan kualitas dan daya saing santri Aceh di level nasional menuju internasional.
Kepala MTs Ruhul Qur’ani, Ustad H Aris Munanda, Lc., M.A, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah dari pembinaan yang terstruktur dan intensif melalui program Training Center (TC).
“Ini bukan hasil instan. Para santri telah melalui proses panjang dengan latihan disiplin, penguatan mental, kepemimpinan, serta keterampilan kepramukaan. Kami bersyukur, kerja keras itu berbuah manis,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dayah, para pembina, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mendampingi para santri hingga mampu bersaing di tingkat provinsi.
Sementara itu, Pimpinan Dayah Ruhul Qur’ani, Ustad H Kamil Syafruddin, Lc., M.Dpl., menegaskan bahwa gerakan pramuka bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter santri.
“Pramuka adalah ruang nyata untuk mengamalkan akhlaqul karimah—disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Ini selaras dengan nilai-nilai yang diajarkan di dayah,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar tetap rendah hati dan membawa nama baik Aceh serta Indonesia di panggung dunia.
“Ini bukan sekadar perjalanan ke Eropa. Ini adalah amanah untuk menunjukkan bahwa santri Aceh mampu bersaing secara global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman,” tegasnya.
Prestasi ini sekaligus mempertegas konsistensi Dayah Ruhul Qur’ani dalam mencetak generasi unggul berkelas internasional. Sebelumnya, pada Oktober 2025, dayah ini juga mengirim empat santri ke ajang olimpiade internasional di Malaysia dan berhasil meraih empat medali: emas (Matematika), perunggu (Bahasa Inggris), serta dua perak (Pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris).
Dengan capaian ini, Dayah Ruhul Qur’ani tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga lumbung kader muda Aceh yang siap tampil di panggung global—membawa identitas, prestasi, dan martabat daerah.[ad]
