
Empat mahasisiswa USK raih medali emas internasional.Ist
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Dari laboratorium kampus di Aceh, sebuah inovasi berbahan jamblang, daun kelor, oat, dan minyak nilam berhasil menembus panggung internasional. PAZY Team, tim mahasiswa lintas disiplin Universitas Syiah Kuala (USK), sukses meraih medali emas pada International Youth Business Competition (IYBC) 2026 berkat produk hand cream inovatif yang mereka kembangkan.
Prestasi tersebut menjadi kemenangan beruntun bagi tim mahasiswa lintas disiplin itu setelah sebelumnya sukses menyabet medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025.
PAZY Team terdiri atas Abdi Reda Wira Pratama, Muhammad Rifat, dan Anisatul Fatiha dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), serta Dinda Yumna Nursyadrina dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Mereka berhasil memikat dewan juri melalui inovasi produk hand cream 3-in-1 bernama PAZY, yang dikembangkan untuk menjawab persoalan kesehatan kulit tangan akibat paparan bakteri dan penggunaan hand sanitizer secara berlebihan.
Keunggulan PAZY terletak pada pemanfaatan kekayaan hayati lokal Indonesia. Produk ini memadukan ekstrak buah jamblang dan daun kelor yang kaya akan senyawa antibakteri serta antioksidan. Formulasinya juga diperkaya dengan oat yang berfungsi menjaga kelembapan kulit dan minyak nilam sebagai agen aromatik alami.
Perpaduan bahan-bahan tersebut menjadikan PAZY tidak hanya efektif sebagai produk kesehatan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan potensi komersial yang tinggi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan PAZY Team menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata.
“Capaian PAZY Team di kancah internasional ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa USK mampu mengintegrasikan keilmuan medis dengan strategi kewirausahaan secara apik. Kami terus berkomitmen memberikan ruang dan dukungan penuh bagi mahasiswa agar ide-ide kreatif berbasis riset seperti ini dapat terus berkembang dan berdaya saing global,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, perwakilan PAZY Team, Dinda Yumna Nursyadrina, mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras tim dalam memadukan riset ilmiah dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.
“Kami ingin membuktikan bahwa sumber daya alam lokal kita, seperti jamblang dan nilam, memiliki potensi besar jika dikelola dengan pendekatan sains yang tepat. Kemenangan ini memotivasi kami untuk terus mengembangkan PAZY agar ke depannya bisa diproduksi secara massal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Dinda.
Keberhasilan PAZY Team juga tidak lepas dari pendampingan para dosen pembimbing, yakni drg. Sri Rezeki, Sp.PM., dan dr.drh. Santi Chismirina, M.Si. dari Fakultas Kedokteran Gigi, serta Fitrah Afandi, S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Raihan medali emas ini semakin mempertegas posisi USK sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong lahirnya inovator muda. Lebih dari sekadar prestasi, kemenangan PAZY Team menjadi pesan bahwa riset yang berpijak pada kekayaan alam lokal dan dikerjakan melalui kolaborasi lintas ilmu mampu membawa nama Aceh dan Indonesia bersaing di panggung dunia.[am]