
MEDIASURAK.ID, BIREUEN – Jembatan baru di Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen segera difungsikan Kementrian Pekerja Umum. Langkah ini menyusul telah selesainya pembangunan sejumlah struktur jembatan yang dibangun pascabencana hidrometreologi yang melanda Aceh November 2025 lalu.
“Kita perkirakan fungsional (jembatan baru) 20 September 2026. Kalau tidak ada meleset lagi, kita tetap kita buka,” kata Asisten pelaksana pengawasan paket Jembatan Krueng Tingkeum, BPJN Aceh Satker Wilayah I Banda Aceh, Fakhruddin ST kepada mediasurak, Selasa (3/9/26) lalu.
Menurut Fakhruddin, memasuki minggu pertama September 2026, progres pembangunan jembatan yang di mulai Januari 2026 itu, telah mencapai 94,51 persen. Pengerjaan konstruksi jembatan yang membelah Krueng Tingkeum tersebut kini memasuki tahap finishing atau tahap proses penyelesaian akhir.
“Pengerjaan yang telah selesai seperti oprit (bagian yang menghubungkan jalan dan jembatan), beton bekesting, lining sudah juga. parapet (dinding pengaman) sudah juga. Hari ini kita buka lagi sisi tengah akan kita pasang bekestingnya, mungkin kalau tidak ada halangan hari Sabtu (5 September 2026) telah kita cor untuk parapet sisi tengah sebelah kanan,”ujar Fakhruddin.

Fakhruddin mengatakan, untuk tahap awal atau uji coba, jembatan akan dibuka untuk dilintasi pengedara roda dua. Setelah strukturnya benar-benar siap, kata dia kendaraan roda empat atau lebih, akan diperkenankan melintasi jembatan yang menelan anggaran ABT 2026 Kementerian PU senilai Rp 251 miliar itu.
“Pada 25 September, kita akan menutup jembatan lama (Bailey) dan jembatan baru akan dibuka untuk semua jenis kendaraan. Kita akan melanjutkan pembangunan jembatan lama dengan lebih dulu membongkar jembatan bailey untuk pemancangan pilar,”jelas Fakhruddin.
Fakhruddin menjelaskan, gelagar jembatan lama yang rusak paska banjir nantinya akan menggunakan Steel Box Girder (SBG) dengan bentang 50 meter. Setelah selesai dikerjakan, kedua jembatan kata dia, akan digunakan untuk perlintasan di ruas jalan nasional yang menghubungkan Bireuen dan Kabupaten Aceh Utara itu.

“Jadi untuk jembatan lama yang masih tertinggal tidak dirusak tapi tetap digunakan setelah penguatan. Hanya yang rusak saja yang kita perbaiki. Jadi nanti kedua jembatan ini akan digunakan. Untuk pengendara dari arah Aceh Utara melalui jembatan lama, sedang pengendara dari arah Banda Aceh menggunakan jembatan baru,”jelasnya.
Seperti diketahui, banjir yang melanda Aceh November 2025 mengakibatkan sisi timur Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang di Kabupaten Bireuen putus. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya akses transportasi baik orang maupun barang diruas jalan yang menghubungkan sejumlah kabupaten/kota di Aceh ini.



