
MEDIASURAK.ID, – BANDA ACEH – Insiden ledakan di Kamar Mesin Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2, kembali menelan korban jiwa. Satu korban atas nama Mujibur Rahman, kembali dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan medis selama 26 hari di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Banda Aceh.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, izin menyampaikan berita meninggal dunia dari ruangan ICU 1 pasien atas nama : Mujibur Rahman, Laki laki, Umur 23 thn,” kata Kepala Bagian Humas dan Juru Bicara RSUZA, Rahmadi SKM melalui pesan whatsApp kepada media ini, Senin (06/07/2026).
Rahmadi mengatakan, mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh itu meninggal di Ruang perawatan khusus atau ICU (Intensive Care Unit) pada Senin siang, sekira pukul 12.38 WIB. Sebelumnya kata Rahmadi, dokter jaga yang bertugas sempat meminta persetujuan tindakan medis kepada keluarga karena kondisi almarhum yang memburuk.
” Pukul 12.20 WIB, pasien mengalami perburukan, (sehingga dilakukan) informed consent oleh dokter jaga ICU kepada keluarga,” ungkap Rahmadi.
Menurutnya, Almarhum yang berusia 23 tahun, sempat menjalani tindakan darurat henti jantung oleh tim medis bertugas terdiri 30 kompresi dada disusul 2 napas bantuan. Namun nyawa mahasiswa korban ledakan di Kamar Mesin KMP AH 2 itu tak tertolong.
” Pasien sudah dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) 5 siklus, dan keluarga meminta untuk dihentikan. Pasien dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat ICU 1, 6 Juli 2026 pukul 12.38 WIB.” kata Rahmadi.
Kepergian Mujibur Rahman menambah daftar korban meninggal dalam insiden ledakan di KMP AH 2 tersebut, menjadi 4 orang. Sebelumnya, 3 Mahasiswa masing-masing, Fakhri Herdieco (19 tahun), Muhammad Bilal Ramzi (19 tahun) dan Muhammad Zulfikar (19 tahun) juga dinyatakan meninggal setelah sempat menjalani perawatan akibat luka bakar serius yang diderita korban.



