
MEDIASURAK.ID,BANDA ACEH – Untuk membangkitkan ekonomi, pemerintah menyiapkan langkah besar bagi jutaan masyarakat pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan ini diposisikan sebagai mesin baru kesejahteraan nelayan kecil sekaligus penggerak ekonomi biru nasional.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, program tersebut dirancang untuk memperkuat nelayan skala kecil agar lebih produktif, modern, dan berdaya saing.
“Kami mendorong pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memberdayakan small scale fisheries agar menjadi nelayan yang produktif,” ujarnya dalam forum Food Summit 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Pemerintah menargetkan pembangunan 1.389 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026. Jika berjalan sesuai rencana, program ini diproyeksikan menyumbang suplai protein ikan nasional hingga 2,8 juta ton.
Target itu menunjukkan pemerintah tidak lagi memandang sektor nelayan sekadar sektor tradisional, tetapi sebagai pilar strategis ketahanan pangan nasional.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini diarahkan menyentuh persoalan sosial yang selama ini melekat di kawasan pesisir: kemiskinan, keterbatasan akses modal, dan rendahnya nilai tambah hasil tangkapan.
KKP memperkirakan lebih dari 2 juta keluarga nelayan dan masyarakat pesisir akan mendapat dampak langsung.
Selama ini, banyak wilayah pesisir dikenal sebagai kantong kemiskinan meski kaya sumber daya laut. Kini pemerintah ingin membalik keadaan: dari pusat kemiskinan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.
KKP menegaskan setiap kampung nelayan tidak akan dibangun dengan pola yang sama. Konsep pengembangan disesuaikan dengan karakter daerah, potensi lokal, dan daya dukung lingkungan.
Daerah penghasil tuna tentu berbeda dengan sentra udang, rumput laut, atau wisata bahari.
“Pendekatannya harus tematik sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan, sehingga ekonomi tumbuh dan ekologi tetap terjaga,” kata Andy.
Program ini menjadi ujian penting bagi strategi ekonomi biru Indonesia: bagaimana meningkatkan produksi tanpa merusak laut, sekaligus memastikan manfaat ekonomi jatuh ke tangan nelayan kecil.
Jika sukses, Kampung Nelayan Merah Putih bisa menjadi model baru pembangunan desa pesisir—bukan lagi sekadar kampung di tepi laut, tetapi klaster ekonomi modern berbasis potensi lokal.
Bagi jutaan nelayan Indonesia, program ini bukan sekadar proyek pemerintah, melainkan harapan agar hasil laut benar-benar membawa hidup lebih sejahtera.[edi]
