
Sekolah Rakyat di Aceh Besar. [Foto: Antara]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, tetapi juga menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga. Untuk menjamin program tepat sasaran, setiap calon peserta didik terlebih dahulu menjalani proses verifikasi, validasi, dan asesmen langsung di lapangan.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh Besar, Nuraida, mengatakan penentuan peserta didik tidak semata-mata mengacu pada data kemiskinan, tetapi juga berdasarkan hasil pendampingan dan asesmen yang dilakukan oleh pendamping sosial terhadap kondisi riil setiap keluarga.
“Untuk memastikan program ini tepat sasaran, dilakukan proses verifikasi, validasi, dan asesmen secara langsung kepada keluarga calon peserta didik oleh pendamping sosial,” ujarnya.
Menurut Nuraida, Sekolah Rakyat dirancang sebagai program terpadu yang tidak hanya memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga melalui Program Penguatan Sosial Ekonomi (PPSE).
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap manfaat program tidak berhenti pada akses pendidikan, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi keluarga sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan secara berkelanjutan.
“Anak-anak mendapatkan pendidikan, keterampilan, dan pembinaan karakter, sementara keluarganya juga diberdayakan melalui program penguatan ekonomi. Dengan demikian, tujuan memutus mata rantai kemiskinan dapat tercapai,” katanya.
Ia menjelaskan, proses pembelajaran di Sekolah Rakyat tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pada siang hari, peserta didik mengikuti kegiatan belajar formal sesuai jenjang pendidikan. Sementara pada malam hari, mereka mengikuti pembinaan karakter, pelatihan kedisiplinan, serta pengembangan keterampilan melalui berbagai aktivitas di lingkungan asrama.
Model pendidikan tersebut dirancang untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat, disiplin, mandiri, serta memiliki keterampilan hidup sebagai bekal menghadapi masa depan.
Nuraida menegaskan, keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari jumlah anak yang memperoleh akses pendidikan, tetapi juga dari kemampuan program tersebut meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
Karena itu, pemerintah daerah terus memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara cermat agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan.
Dengan pendekatan yang mengintegrasikan pendidikan, pembinaan karakter, keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di daerah.
[Raudhah]



