
Pemko Banda Aceh tambah CCTV di titik rawan kriminalitas. (Foto/Pemko Banda Aceh)
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat sistem keamanan berbasis teknologi dengan memperluas pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis yang dinilai rawan kriminalitas dan gangguan ketertiban.
Langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, melindungi aset publik, serta meningkatkan rasa aman masyarakat di tengah tingginya aktivitas perkotaan.
Perluasan jaringan CCTV tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota membangun sistem pengawasan yang lebih efektif sekaligus mendukung tata kelola kota yang modern dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan pemasangan CCTV tahun ini difokuskan pada kawasan yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat tinggi serta lokasi yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.
“Tahun ini ada beberapa lokasi yang menjadi prioritas pemasangan CCTV, mulai dari kawasan Peunayong, Jalan Diponegoro sekitar MPP, underpass Beurawe, hingga belakang Stadion Harapan Bangsa,” kata Zubir, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kawasan Peunayong dan Jalan Diponegoro dipilih karena merupakan pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik yang setiap hari dipadati masyarakat. Kehadiran CCTV di kawasan tersebut diharapkan dapat membantu pengawasan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga maupun pelaku usaha.
Sementara itu, underpass Beurawe menjadi salah satu lokasi prioritas setelah sebelumnya terjadi pencurian kabel pada fasilitas pompa air yang berfungsi mengendalikan genangan di kawasan tersebut. Insiden itu menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap fasilitas publik yang memiliki fungsi vital bagi masyarakat.
“Penambahan CCTV di lokasi-lokasi ini tidak hanya untuk memantau aktivitas masyarakat, tetapi juga sebagai langkah pencegahan terhadap tindak kriminal dan perlindungan aset-aset pemerintah,” ujar Zubir.
Selain itu, Pemko Banda Aceh juga akan memperluas pengawasan di kawasan belakang Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya. Kamera pengawas direncanakan dipasang mulai dari area samping Kantor Basarnas hingga Jembatan BNN Provinsi Aceh yang selama ini dinilai membutuhkan perhatian lebih dari sisi keamanan dan pengawasan aktivitas publik.
Zubir menjelaskan, pemanfaatan CCTV merupakan bagian dari strategi pemerintah kota dalam mengoptimalkan teknologi informasi untuk mendukung keamanan lingkungan dan mempermudah pemantauan di ruang-ruang publik. Selain berfungsi sebagai alat pengawasan, rekaman CCTV juga dapat membantu proses identifikasi apabila terjadi tindak kriminal maupun kerusakan fasilitas umum.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Banda Aceh telah memasang sekitar 30 titik CCTV di kawasan Ulee Lheue, mulai dari depan Dinas Pariwisata hingga Bundaran Pelabuhan Ulee Lheue. Jaringan pengawasan tersebut kini menjadi salah satu instrumen pendukung dalam menjaga keamanan kawasan wisata dan jalur transportasi laut di kota itu.
Dengan bertambahnya titik pengawasan baru, pemerintah berharap jangkauan pemantauan keamanan di Banda Aceh semakin luas dan efektif. Kehadiran CCTV tidak hanya diharapkan mampu membantu mencegah tindak kriminalitas, tetapi juga meningkatkan kedisiplinan masyarakat, menjaga fasilitas publik, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.
“Tujuan akhirnya adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan fasilitas publik yang dibangun dengan anggaran negara dapat terjaga dengan baik,” kata Zubir.
[Radhatul Jannah]