
Ribuan peserta SPPI dan Koperasi Merah Putih jalani Diklat di Rindam Mata Ie, Aceh Besar. [Foto: Ig @rindamiskandarmuda]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan generasi yang tangguh, disiplin, dan berdaya saing. Sebanyak 1.165 peserta SPPI, Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) kini menjalani pendidikan dan pelatihan di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap menggerakkan pembangunan dari desa hingga pesisir.
Para peserta terdiri atas 581 laki-laki dan 584 perempuan. Mereka dibagi ke dalam enam kompi dan akan mengikuti pendidikan mulai 16 Juni hingga 19 Juli 2026. Sementara seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada 31 Juli 2026.
Wakil Komandan Rindam Iskandar Muda, Kolonel Inf. Akmil Satria Martha Yudha Darmawi, mengatakan program tersebut dirancang untuk membentuk sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi dinamika yang semakin kompleks, mulai dari perubahan geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, ancaman terhadap ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga berbagai ancaman nonmiliter lainnya.
“Karena itu diperlukan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin, adaptif, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, program SPPI dan Koperasi Merah Putih dirancang tidak hanya berfokus pada aspek akademik atau keterampilan teknis semata.
Para peserta akan ditempa melalui sejumlah tahapan, mulai dari pelatihan dasar kemiliteran, pembinaan karakter, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, hingga pembinaan fisik.
“Tujuannya adalah membentuk pribadi yang memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan untuk bekerja dan mengabdi di tengah masyarakat,” katanya.
Selain itu, peserta juga akan memperoleh materi manajerial terkait pengelolaan koperasi, pengembangan usaha desa, hingga pembangunan kampung nelayan.
Materi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kawasan pesisir.
Akmil Satria menyebutkan, proses pembentukan peserta dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni pembinaan sikap dan perilaku, peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan, serta pembinaan jasmani.
“Ketiga aspek ini harus berjalan seimbang. Kami ingin melahirkan SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan fisik,” ujarnya.
Pelaksanaan diklat di lingkungan Rindam Iskandar Muda juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia dari akar rumput.
Di tengah berbagai tantangan global yang terus berubah, keberadaan generasi muda yang memiliki karakter kuat, kemampuan manajerial, dan jiwa kepemimpinan menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat.
Dari Mata Ie, Aceh Besar, ribuan peserta itu kini ditempa bukan hanya untuk menjadi sarjana atau pengelola koperasi.
Mereka dipersiapkan menjadi penggerak perubahan—membangun desa, menguatkan ekonomi rakyat, dan menjaga harapan Indonesia dari pinggiran hingga pusat.
[Raudhatul Jannah]