
Menu MBG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah yang sempat dikunjungi Wapres Gibral April 2026 lalu. Foto/CNBC/Halimatus
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan berjalan selama libur sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) memanfaatkan jeda tersebut untuk melakukan audit nasional terhadap seluruh dapur MBG sekaligus mengevaluasi sistem tata kelola, sumber daya manusia, dan data penerima manfaat.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan penghentian program hanya berlangsung selama libur sekolah. Jeda tersebut akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi seluruh aspek pelaksanaan MBG, mulai dari kualitas dapur, tata kelola internal, sumber daya manusia (SDM), hingga sistem pendataan penerima manfaat.
“Kami juga memanfaatkan momentum libur sekolah ini. Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik, lebih rapi,” kata Agustina usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (16/6/2026).
Menurut dia, evaluasi menyeluruh diperlukan agar program unggulan pemerintah tersebut dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat maksimal bagi para siswa. Selain memeriksa kualitas dapur penyedia makanan, BGN juga akan membenahi tata kelola dan sistem kerja di lapangan.
Agustina menegaskan, data penerima manfaat menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembenahan. Data yang akurat, kata dia, sangat penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Karena itu, BGN telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki basis data penerima manfaat untuk menyempurnakan pendataan sebelum program kembali dijalankan.
“Kita ingin memastikan bahwa kebijakan yang dibuat berbasis data yang jelas dan akurat,” ujarnya.
Selain audit dapur dan pendataan ulang, BGN juga tengah melakukan penajaman sasaran penerima manfaat. Langkah tersebut diharapkan membuat intervensi gizi melalui MBG lebih efektif, dengan memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Agustina menegaskan, fokus utama lembaganya saat ini adalah memastikan penerima manfaat sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Kita bicaranya penerima manfaat dulu, baru dampaknya ada dapur dan sebagainya. Kita akan tata ulang,” katanya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis. Sejak diluncurkan, program ini melibatkan ribuan dapur atau SPPG yang tersebar di berbagai daerah untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan kepada para siswa.
Melalui audit nasional dan penataan ulang yang dilakukan selama masa libur sekolah, BGN berharap pelaksanaan MBG pada tahun ajaran baru dapat berlangsung lebih baik, dengan layanan yang lebih berkualitas dan penerima manfaat yang lebih tepat sasaran.[am]