Semburan air setinggi puluhan meter yang keluar dari sumur bor bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Gampong Matang Kuepula Sa, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (8/8/2026). FOTO/DLH Aceh Timur
MEDIASURAK.ID, IDI — Sumur bor yang diharapkan menjadi sumber air bersih warga Gampong Matang Kuepula Sa, Kecamatan Madat, Aceh Timur, justru memunculkan fenomena tak biasa. Air menyembur hingga sekitar 40 meter, sementara pemeriksaan petugas menemukan indikasi gas mudah terbakar di sekitar titik semburan.
Semburan terjadi tiba-tiba saat proses pengeboran sumur bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (8/8/2026), di kompleks meunasah gampong.
Keuchik Matang Kuepula Sa, Daniel, mengatakan pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah daerah untuk memastikan kondisi itu tidak membahayakan warga.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur dan PT Medco.
Dengan menggunakan Multi Gas Detector, petugas mendeteksi emisi gas mudah terbakar pada kisaran 2–3 persen Lower Explosive Limit (LEL). Gas tersebut terdeteksi secara fluktuatif, sementara parameter gas beracun lainnya masih berada dalam kondisi normal.
“Gas tersebut keluar secara berselang-selang atau fluktuatif,” kata Plt Kepala DLH Aceh Timur Jamaluddin.
Lokasi Diisolasi
Temuan gas membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky meminta DLH berkoordinasi intensif dengan PT Medco dan mempercepat pemeriksaan teknis.
Warga juga diminta tidak mendekati titik semburan.
“Kedua titik lokasi wajib dibatasi untuk umum. Ini demi mencegah hal-hal buruk atau malapetaka yang tidak diinginkan terjadi pada masyarakat,” tegas Al-Farlaky.
Petugas bersama pakar teknik PT Medco kini masih disiagakan untuk memantau debit semburan dan perubahan konsentrasi gas di sekitar permukiman.
Air dan Gas dari Satu Lubang
Fenomena tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab semburan air sekaligus sumber gas yang terdeteksi.
Pemerintah belum menarik kesimpulan mengenai hubungan kedua fenomena tersebut.
Yang pasti, sumur yang semula dibor untuk menjawab kebutuhan air bersih kini berubah menjadi titik kewaspadaan.
Dari lubang yang sama, air menyembur ke langit—sementara gas mengingatkan warga bahwa apa yang tersembunyi di bawah tanah belum tentu sesederhana yang terlihat di permukaan.[HH]




