
Ketua DPR Aceh bersama jajaranya foto bersama Kapolda Aceh di ruang kerja pimpinan dewan.Ist
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Stabilitas keamanan tidak boleh berjalan sendiri dari agenda pembangunan Aceh. Pesan itu mengemuka dalam pertemuan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dengan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan di Banda Aceh.
Ketua DPRA Zulfadhli bersama para Wakil Ketua DPRA, pimpinan fraksi, pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), serta Sekretaris DPR Aceh menerima kunjungan Kapolda Aceh beserta jajaran di ruang kerja Ketua DPRA, pekan lalu.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan strategis yang berkembang di Aceh.
Bagi DPRA, komunikasi intensif dengan aparat penegak hukum diperlukan untuk memastikan berbagai agenda pemerintahan dan pembangunan daerah dapat berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif.
“DPRA memandang stabilitas keamanan sebagai salah satu faktor penting dalam mendorong keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dan koordinasi yang telah terjalin dengan baik bersama Polda Aceh perlu terus diperkuat,” ujar Zulfadhli.
Menurutnya, hubungan antara lembaga legislatif dan aparat penegak hukum memiliki posisi strategis dalam menjaga kondusivitas daerah.
Bukan berarti fungsi masing-masing lembaga harus bercampur, tetapi komunikasi dan koordinasi diperlukan agar setiap persoalan yang berkembang dapat ditangani sesuai kewenangan dan koridor hukum.
Isu Strategis Aceh Jadi Perhatian
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana keakraban tersebut, pimpinan DPRA dan jajaran Polda Aceh juga bertukar pandangan mengenai sejumlah isu strategis yang berkembang di Aceh.
Pembahasan itu dinilai penting mengingat stabilitas daerah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kelancaran pemerintahan, pelayanan publik, investasi, aktivitas ekonomi, serta pembangunan masyarakat.
DPRA menilai situasi Aceh yang aman dan kondusif merupakan modal penting untuk memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, komunikasi antara lembaga legislatif dan kepolisian dinilai perlu dijaga secara konsisten, tidak hanya ketika muncul persoalan.
Perkuat Kemitraan Kelembagaan
Kapolda Aceh hadir bersama Irwasda Polda Aceh, Direktur Intelkam, Direktur Reserse Kriminal Umum, dan Direktur Reserse Kriminal Khusus.
Kehadiran jajaran utama Polda Aceh tersebut memperlihatkan pentingnya komunikasi lintas kelembagaan dalam membaca perkembangan situasi keamanan sekaligus berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi stabilitas daerah.
Bagi DPRA, kemitraan dengan Polda Aceh diharapkan terus berkembang dalam kerangka saling mendukung tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.
Zulfadhli menegaskan bahwa komunikasi yang baik menjadi salah satu instrumen penting untuk menciptakan pemerintahan yang efektif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara lembaga legislatif dan kepolisian dalam menghadapi dinamika Aceh ke depan.
Keamanan dan Pembangunan Harus Berjalan Bersama
Pada akhirnya, pesan utama pertemuan DPRA dan Polda Aceh bermuara pada satu kepentingan: menjaga Aceh tetap aman sehingga agenda pembangunan dapat berjalan.
Pembangunan membutuhkan kepastian dan stabilitas. Sebaliknya, keamanan juga membutuhkan dukungan pembangunan, pelayanan publik yang baik, serta kehadiran pemerintah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, DPRA berharap sinergi dengan Polda Aceh tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi diterjemahkan dalam komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan.
Dengan hubungan kelembagaan yang semakin solid, DPRA dan Polda Aceh diharapkan dapat bersama-sama menjaga Aceh tetap aman, damai, kondusif, dan mampu bergerak menuju kesejahteraan masyarakat.[ADV]



