
Korban KMP Aceh Hebat bertambah menjadi dua orang meninggal dunia.Foto/Antara
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Tragedi ledakan KMP Aceh Hebat 2 kembali menelan korban jiwa. Setelah hampir dua pekan menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius, Muhammad Bilal Ramzi (19), taruna Politeknik Pelayaran Malahayati asal Kota Sabang, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dalam insiden ledakan kapal pada 12 Juni 2026 itu bertambah menjadi dua orang.
Muhammad Bilal Ramzi dirawat sejak hari terjadinya ledakan setelah mengalami luka bakar akibat insiden di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang saat itu sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Kabar duka tersebut cepat menyebar di tengah masyarakat, khususnya di Kota Sabang.
Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Juliansyah, membenarkan meninggalnya Bilal. Menurutnya, selama masa perawatan, pihak ASDP terus melakukan pendampingan terhadap korban beserta keluarganya.
“Benar, korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUZA,” kata Juliansyah, Kamis (25/6/2026) malam.
Ia menjelaskan, ASDP juga membantu proses penanganan korban, termasuk berkoordinasi dengan keluarga hingga proses pemulangan jenazah ke daerah asal.
Bilal merupakan korban meninggal dunia kedua dalam tragedi tersebut. Sebelumnya, Fakhri Herdi Eko (19), sesama taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 22.55 WIB setelah beberapa hari menjalani perawatan akibat luka bakar berat.
Ledakan KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada 12 Juni 2026 di ruang mesin kapal ketika kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue. Sebanyak 15 orang mengalami luka bakar dalam insiden tersebut, sebagian besar merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang tengah menjalani praktik lapangan di atas kapal.
Seluruh korban sempat dilarikan ke RSUZA Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah korban mengalami luka bakar berat sehingga harus menjalani perawatan intensif, sementara kondisi korban lainnya hingga kini masih dalam pemantauan tim medis.
Sementara itu, Humas RSUD dr Zainoel Abidin, Rahmadi, belum memberikan keterangan resmi terkait meninggalnya Muhammad Bilal Ramzi. Pihak rumah sakit juga belum menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kondisi korban lain yang masih menjalani perawatan.



