
Peserta tenis Turnamen Piala Gober 2026 foto bersama usai pembukaan, Kamis (16/4/2026) di lapangan Tenis Jasdam Banda Aceh.
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Atmosfer persaingan tenis lapangan di Aceh kembali memanas. Turnamen Piala Gober 2026 resmi digelar di Lapangan Jasdam, Neusu, Banda Aceh, sejak Kamis hingga Minggu (16–19 April 2026), menghadirkan sejumlah klub kuat yang siap adu strategi dan mental juara.
Turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga panggung silaturahmi bagi komunitas tenis lintas instansi dan klub di Aceh. Klub-klub yang ambil bagian terbagi dalam beberapa pool kompetitif:
- Pool A: Bank Aceh, PLN Aceh, Sadakata
- Pool B: ATC-PU 2026, STC Sabang, H2TC
- Pool C: Polda, NasDem, AJTC Sabang
Komposisi ini mencerminkan peta kekuatan tenis antar instansi dan komunitas di Aceh yang semakin merata dan kompetitif.
Salah satu peserta yang menjadi sorotan adalah NasDem Tenis Club Aceh, yang tampil dengan ambisi besar. Keikutsertaan mereka bukan hanya untuk meramaikan turnamen, tetapi juga membawa misi membangun ekosistem tenis yang lebih solid di daerah.

Irsan Sosiawan Gading, Ketua DPW Nasdem Aceh.
Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Irsan Sosiawan Gading, dalam pesan pembukaan menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas.
“NasDem Tenis Aceh harus bermain dengan penuh semangat, menjaga sportivitas, dan tampil serius. Target kita jelas—memberikan hasil maksimal, bahkan meraih juara,” tegasnya.
Sebagai pembina, Irsan juga menyoroti rekam jejak klub yang sudah aktif di berbagai turnamen, termasuk sukses menyelenggarakan Turnamen Tenis Antar Club se-Aceh dalam rangka HUT NasDem 2025.
Sementara itu, Ketua NasDem Tenis Club Aceh, Ir. Nurchalis, SP, M.Si, menegaskan bahwa turnamen ini lebih dari sekadar kompetisi.
“Kami hadir untuk membangun kebersamaan antar insan tenis. Ini juga bagian dari upaya mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang bisa bersaing di berbagai ajang,” ujar Nurchalis, yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai NasDem DPRA.
Turnamen Piala Gober 2026 diprediksi berlangsung sengit. Setiap pool dihuni oleh tim dengan karakter permainan berbeda—mulai dari kekuatan teknis, pengalaman bertanding, hingga soliditas tim.
Lebih dari sekadar perebutan gelar, ajang ini menjadi indikator penting perkembangan tenis lapangan di Aceh: apakah hanya menjadi olahraga rekreasi, atau mulai bergerak menuju prestasi kompetitif yang lebih tinggi.[edi s]
