Salah satu sudut pemandangan di BPTU-HPT Indrapuri yang viral di medsos. [Foto/mediasurak.id/Raudhah]
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Hamparan padang hijau luas, udara sejuk, serta suasana tenang membuat kawasan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri, Aceh Besar, viral di media sosial dan dijuluki warga sebagai “Swiss-nya Aceh”.
Lanskap perbukitan yang membentang, jalan yang membelah padang rumput hijau, hingga panorama alam yang asri menghadirkan nuansa bak pedesaan Eropa. Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat untuk piknik, berburu foto estetik, hingga sekadar menikmati suasana alam yang menenangkan.
Berlokasi di Jalan Banda Aceh–Medan KM 25, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, kawasan tersebut hanya berjarak sekitar 40 menit perjalanan dari pusat Kota Banda Aceh.
Begitu tiba di lokasi, pengunjung langsung disambut hamparan rumput hijau luas dengan latar bukit-bukit yang memanjakan mata. Banyak pengunjung menyebut tempat ini sebagai destinasi healing baru di Aceh yang menawarkan ketenangan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Salah seorang pengunjung, Kahfi, mengaku penasaran datang setelah melihat banyak video yang viral di TikTok.
“Awalnya lihat di TikTok, ternyata pas datang memang bagus sekali. Tempatnya tenang, udaranya sejuk, cocok buat healing,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Hal senada disampaikan Nahda, warga Banda Aceh yang datang bersama teman-temannya saat akhir pekan. Menurutnya, suasana di kawasan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda dibanding destinasi wisata lain di Aceh.
“Kalau difoto memang mirip suasana luar negeri. Pemandangannya luas dan hijau, bukit-bukitnya juga indah,” katanya.
Nahda juga mengingatkan para pengunjung agar menjaga kebersihan kawasan tersebut.
“Bagi yang mau datang ke sini, tolong sampahnya dijaga. Jangan membuat tempat sebagus ini menjadi kotor,” ujarnya.
Meski populer sebagai lokasi wisata alam, kawasan ini sejatinya merupakan area Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT). Karena itu, pengelola tetap menerapkan sejumlah aturan ketat demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan ternak.
Kawasan dibuka untuk umum mulai Sabtu hingga Kamis, sementara setiap Jumat ditutup untuk kunjungan. Jam operasional berlangsung pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dengan durasi maksimal kunjungan selama empat jam.
Pengelola juga membatasi jumlah pengunjung setiap hari. Pada Senin hingga Kamis, kuota dibatasi maksimal 50 orang per hari, sedangkan pada akhir pekan dan hari libur nasional ditingkatkan hingga 200 orang per hari.
Selain itu, sejumlah area tertentu tidak dapat diakses pengunjung demi menjaga kesehatan hewan ternak. Setiap pengunjung juga diwajibkan mengikuti prosedur biosekuriti guna mencegah risiko penyebaran penyakit pada ternak.
Meski pembatasan diterapkan, antusiasme masyarakat justru terus meningkat. Sejak dibuka untuk umum pada April hingga Mei 2026, jumlah kunjungan disebut mengalami peningkatan signifikan.
Keindahan alam yang sederhana, suasana hening, serta bentangan hijau sejauh mata memandang menjadikan BPTU-HPT Indrapuri perlahan dikenal sebagai destinasi wisata alternatif yang menawarkan nuansa “Swiss-nya Aceh”.
[Raudhatul Jannah]