
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Calon jamaah haji Aceh mulai diberangkatkan ke tanah suci, Selasa (5/5/2026). Kloter pertama dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Embarkasi Aceh pukul 07.00 WIB, menandai dimulainya rangkaian ibadah haji tahun ini yang akan berlangsung hingga 20 Mei 2026.
Sebanyak 387 jamaah yang tergabung dalam kloter 1—terdiri dari 287 jamaah asal Banda Aceh dan 100 dari Aceh Besar—akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Rabu (6/5/2026) pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang.
Setibanya di Arab Saudi, jamaah gelombang pertama akan mendarat di Jeddah pada hari yang sama, sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah dan menempati pemondokan di kawasan Jarwal, tepatnya di Burj Al Wahda dan Al Mutamayiz Hotel—lokasi strategis di sisi barat Masjidil Haram.
Sehari berselang, kloter kedua dijadwalkan masuk asrama pada waktu yang sama. Kloter ini terdiri dari 314 jamaah Aceh Besar, 69 jamaah Sabang, dan 4 jamaah Banda Aceh.
1Layanan Naik Kelas: Jamaah Masuk Pesawat Lewat VVIP
Musim haji tahun ini membawa perubahan signifikan dalam pelayanan. Jamaah tidak lagi melewati apron bandara seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebaliknya, mereka akan langsung masuk melalui gedung VIP Bandara SIM dan menuju pesawat menggunakan garbarata.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menegaskan kebijakan ini sebagai bentuk peningkatan layanan.
“Jamaah akan langsung masuk melalui gedung VIP dan naik ke pesawat via garbarata. Ini untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi proses keberangkatan,” ujarnya dalam konferensi pers di Media Centre Haji, Senin (4/5/2026).
Fasilitas VIP yang biasanya diperuntukkan bagi tamu negara kini diprioritaskan bagi jamaah haji sebagai bagian dari komitmen pelayanan pemerintah.
Senada, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh.
“Pelayanan jamaah haji menjadi prioritas. Dengan fasilitas VVIP ini, jamaah tidak perlu lagi antre pemeriksaan di bandara,” katanya.
2Semua Proses Dituntaskan di Asrama
Tak hanya jalur keberangkatan yang berubah, sistem layanan juga diperbaiki. Seluruh proses administrasi, termasuk pemeriksaan dokumen dan bagasi, kini diselesaikan di Asrama Haji sebelum keberangkatan.
Dengan demikian, saat tiba di bandara, jamaah bisa langsung menuju pesawat tanpa prosedur berulang.
Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi, menambahkan peningkatan fasilitas juga dilakukan di sisi akomodasi. Tahun ini, jamaah akan menempati kamar setara hotel bintang tiga, termasuk gedung baru Grand Misfalah yang memiliki 50 kamar.
Selain itu, seluruh gedung kini dilengkapi rumah makan masing-masing, sehingga jamaah—terutama lanjut usia—tidak perlu lagi keluar untuk makan.
35.426 Jamaah dalam 14 Kloter
Secara keseluruhan, jumlah jamaah haji Aceh tahun ini mencapai 5.426 orang yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter). Pemerintah memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lebih nyaman, efisien, dan manusiawi dibanding tahun-tahun sebelumnya.[]
