
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Pemerintah mempercepat pembentukan jaringan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai mesin baru penggerak ekonomi rakyat di era Presiden Prabowo Subianto.
Sebanyak 8.672 unit Kopdes Merah Putih kini telah rampung dibangun dan siap diresmikan secara nasional pada akhir Mei 2026.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan ribuan koperasi tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus membangun sistem distribusi pangan dan perdagangan rakyat berbasis koperasi modern.
“Yang sudah selesai 100 persen ada 8.672,” ujar Ferry di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, Presiden Prabowo dijadwalkan meluncurkan langsung program nasional tersebut dalam waktu dekat, meski lokasi pusat acara masih dimatangkan pemerintah.
“Insyaallah akhir bulan ini nanti akan di-launching oleh Bapak Presiden,” katanya.
Desa Jadi Pusat Ekonomi Baru
Program Kopdes Merah Putih digagas sebagai model koperasi modern yang terintegrasi dengan perdagangan bahan pokok, distribusi pangan, pembiayaan usaha mikro hingga pengembangan hasil pertanian dan perikanan desa.
Pemerintah menargetkan koperasi tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus penghubung antara petani, nelayan, UMKM dan pasar nasional.
Melalui sistem distribusi yang lebih pendek, pemerintah berharap harga produk desa menjadi lebih kompetitif dan keuntungan petani maupun pelaku usaha kecil meningkat.
“Koperasi ini bukan sekadar tempat simpan pinjam, tetapi menjadi pusat ekonomi desa yang produktif dan modern,” ujar Ferry.
Dilengkapi Mobil Operasional dari India
Untuk mendukung operasional di lapangan, pemerintah juga mulai mendistribusikan kendaraan pikap penggerak empat roda (4WD) ke berbagai daerah.
Kendaraan yang didatangkan dari India itu disiapkan guna menunjang distribusi barang dan hasil produksi desa, terutama di wilayah dengan akses geografis sulit.
Selain fasilitas fisik, Kopdes Merah Putih juga akan mengusung sistem pengelolaan profesional dan berbasis digital.
Pemerintah menilai modernisasi tata kelola penting agar koperasi tidak lagi identik dengan manajemen lemah dan persoalan administrasi seperti yang selama ini sering terjadi pada koperasi konvensional.
Rekrut 30 Ribu Manajer Profesional
Dalam kesempatan yang sama, Ferry mengungkapkan pemerintah sedang merekrut sekitar 30 ribu calon manajer Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.
Para manajer nantinya akan menjalani pelatihan intensif dan sertifikasi kompetensi sebelum ditempatkan di koperasi desa dan kelurahan.
Kementerian Koperasi juga menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menyusun standar kompetensi pengelola koperasi.
“Kita ingin manajer dan bendahara Kopdes Merah Putih benar-benar profesional dan kompeten,” kata Ferry.
Para pengelola akan dibekali kemampuan administrasi keuangan, manajemen usaha, pengelolaan rantai pasok hingga pemanfaatan teknologi digital.
Dibiayai APBN di Awal Operasi
Pemerintah menyebut pembiayaan awal operasional Kopdes Merah Putih, termasuk dukungan gaji pegawai, akan ditopang melalui APBN selama dua tahun pertama.
Setelah itu, koperasi diharapkan mampu mandiri secara bisnis dan operasional.
Selain memperkuat ekonomi desa, program ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru dalam jumlah besar dan mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi hingga ke pelosok Indonesia.[ed]
