Pekerja sedang mempersiapkan Makanan Bergizi Gratis (MBG). [Foto: Humas BGN]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali berjalan normal setelah sempat mengalami gangguan operasional akibat keterlambatan pencairan dana. Lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya menghentikan layanan kini kembali beroperasi penuh, menyiapkan dan menyalurkan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Pulihnya layanan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan program strategis nasional sangat bergantung pada ketepatan penyaluran dana operasional di lapangan.
Koordinator SPPG Aceh Barat Daya, Raissa Ardilla, mengatakan seluruh dapur MBG yang sempat terdampak kini telah kembali menjalankan aktivitas sejak Sabtu (13/6/2026).
“Sejak Sabtu kemarin, SPPG yang sebelumnya terkendala sudah kembali beroperasi normal,” ujar Raissa, Minggu (14/6/2026).
Sebelumnya, lima dari total 19 SPPG yang beroperasi di Aceh Barat Daya terpaksa menghentikan sementara pelayanan akibat dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum masuk. Keterlambatan tersebut menyebabkan saldo virtual account (VA) yang digunakan untuk membiayai operasional dapur mengalami kekurangan sehingga kegiatan penyediaan makanan tidak dapat dilaksanakan.
Lima SPPG yang sempat terdampak itu masing-masing berada di Pantai Perak, Geulumpang Payong, Keude Paya I, Keude Paya II, dan Lhueng Baro.
Raissa menjelaskan, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada bagian keuangan BGN untuk segera mendapatkan penanganan. Setelah proses administrasi selesai dan dana operasional mulai dicairkan pada akhir pekan lalu, seluruh dapur yang sebelumnya berhenti sementara kini kembali aktif.
“Setelah dana operasional masuk, seluruh SPPG yang sempat terkendala langsung kembali menjalankan aktivitas seperti biasa, mulai dari proses pengolahan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat,” katanya.
Kembalinya operasional seluruh dapur MBG di Abdya menandai pulihnya salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Meski demikian, peristiwa terhentinya layanan akibat keterlambatan dana menjadi catatan penting bagi pengelola maupun pemerintah pusat. Sebab, program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat memerlukan sistem pendanaan yang cepat, tepat waktu, dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan gangguan pelayanan di daerah.
Pengelola berharap proses pencairan dana operasional berikutnya dapat berlangsung lebih lancar sehingga pelaksanaan MBG di Aceh Barat Daya maupun daerah lain dapat berjalan optimal tanpa hambatan.
Dengan kembali beroperasinya seluruh SPPG, masyarakat kini dapat kembali menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis secara normal. Di balik pulihnya layanan itu, tersimpan pelajaran penting bahwa keberhasilan program besar tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kelancaran sistem pendukung yang memastikan layanan tetap hadir setiap hari bagi mereka yang membutuhkan.
