
Tim medis Asrama Haji Aceh siap cek kesehatan jamaah haji yang baru tiba dari Arab Saudi, Senin besok (15/6/26). Ilustrasi/Foto/acehinfo/
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Menjelang kepulangan jamaah haji asal Aceh dari Tanah Suci, Senin (15/6/26) besok, Asrama Haji Kelas I Aceh mematangkan seluruh persiapan untuk memastikan proses debarkasi berjalan lancar, aman, dan nyaman. Berbagai fasilitas dan layanan telah disiapkan, mulai dari sarana kesehatan, tempat istirahat, hingga langkah-langkah pencegahan penyakit.
Jamaah haji Aceh dijadwalkan mulai kembali ke Tanah Air secara bertahap pada 15 hingga 30 Juni 2026. Untuk menyambut kedatangan ribuan jamaah tersebut, pengelola Asrama Haji menyatakan hampir seluruh persiapan telah rampung.
Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana yang akan digunakan selama proses debarkasi.
“Persiapan saat ini sudah mencapai sekitar 99 persen. Setelah proses pemberangkatan selesai, seluruh fasilitas langsung kami evaluasi dan siapkan kembali agar siap digunakan saat jamaah pulang,” kata Irsyadi, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, pengecekan dilakukan mulai dari kebersihan lingkungan, sistem sanitasi, kualitas air, hingga upaya pencegahan penyakit melalui kegiatan pengasapan (fogging).
Irsyadi menjelaskan, setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, jamaah akan diarahkan menuju Asrama Haji untuk mengikuti prosesi pelepasan sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing.
Berbeda dengan saat keberangkatan, sebagian besar jamaah umumnya tidak lagi menginap di asrama ketika kembali dari Arab Saudi. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan berbagai fasilitas untuk mengantisipasi kebutuhan jamaah yang memerlukan waktu tunggu sebelum melanjutkan perjalanan.
Ruang ibadah bagi jamaah perempuan disediakan di Gedung Jeddah, sementara jamaah laki-laki dapat memanfaatkan fasilitas di Gedung Grand Misfalah (A2).
Selain itu, kamar dan ruang istirahat juga tetap tersedia bagi jamaah yang harus menunggu jadwal penerbangan lanjutan atau keberangkatan kapal menuju daerah asalnya.
“Fasilitas tersebut terutama diperuntukkan bagi jamaah dari wilayah yang memiliki jarak tempuh cukup jauh, seperti Aceh Tenggara, maupun jamaah yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah kepulauan seperti Sabang dan Simeulue,” ujar Irsyadi.
Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Gedung Muzdalifah kembali difungsikan sebagai klinik. Di lokasi ini, petugas medis akan melakukan pemeriksaan, observasi, hingga penanganan kesehatan bagi jamaah yang memerlukan perawatan setelah tiba dari Tanah Suci.
“Jamaah yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan atau mengalami gangguan kesehatan setelah perjalanan panjang akan langsung mendapatkan pelayanan di klinik yang telah kami siapkan,” katanya.
Tak hanya itu, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh juga dijadwalkan melakukan fogging di seluruh kawasan asrama sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas dari potensi penyebaran penyakit.
Sementara itu, Kasubbag Umum Asrama Haji Kelas I Aceh, Afrizal, mengatakan koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh serta berbagai instansi terkait terus dilakukan agar proses debarkasi berjalan tanpa hambatan.
Menurutnya, seluruh petugas pendukung tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal, mulai dari proses kedatangan jamaah, layanan ibadah, kesehatan, hingga kebutuhan istirahat sebelum mereka kembali ke kampung halaman.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah agar proses kepulangan berlangsung lancar, aman, dan nyaman hingga mereka tiba kembali di daerah asal masing-masing,” kata Afrizal.
Ia menambahkan, kepulangan jamaah haji bukan sekadar akhir dari perjalanan spiritual di Tanah Suci, tetapi juga momen yang dinantikan keluarga di kampung halaman.
Karena itu, seluruh jajaran Asrama Haji Aceh berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu Allah yang telah menunaikan rukun Islam kelima.
Dengan persiapan yang hampir sempurna dan dukungan berbagai pihak, Asrama Haji Kelas I Aceh optimistis proses debarkasi tahun ini dapat berlangsung tertib dan lancar. Harapannya, seluruh jamaah dapat kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat, membawa pulang kemabruran dan kebahagiaan setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
[Raudhatul Jannah]