
Taman Bustanussalatin (Taman Sari) di depan Kantor Balai Kota Banda Aceh. (Foto/mediasurak.id/Raudhah)
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh bersiap menghadirkan wajah baru bagi dua ruang publik paling ikonik di jantung ibu kota. Melalui alokasi anggaran sekitar Rp11,2 miliar pada Tahun Anggaran 2026, Pemko akan merevitalisasi Taman Bustanussalatin (Taman Sari) dan Taman Putroe Phang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau, memperkuat fungsi sosial taman kota, sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan representatif bagi masyarakat.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas hidup warga melalui pembangunan ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai kawasan rekreasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, aktivitas budaya, hingga paru-paru kota di tengah semakin padatnya kawasan perkotaan.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang tercantum dalam SiRUP.inaproc.id per 8 Juni 2026, porsi anggaran terbesar dialokasikan untuk penataan Taman Bustanussalatin atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Taman Sari.
Kawasan yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat tersebut akan mendapatkan penataan menyeluruh dengan nilai pekerjaan fisik mencapai Rp8,55 miliar melalui mekanisme tender.
Selain pekerjaan konstruksi, pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp550 juta untuk jasa konsultansi perencanaan, Rp450 juta untuk manajemen konstruksi, serta Rp150 juta untuk penyusunan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan berbagai dokumen pendukung lainnya.
Dengan tambahan anggaran tersebut, total dana yang dipersiapkan untuk revitalisasi Taman Sari mencapai sekitar Rp9,7 miliar.
Sementara itu, Taman Putroe Phang yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan ruang terbuka hijau favorit masyarakat juga masuk dalam program penataan tahun depan.
Untuk kawasan ini, Pemko Banda Aceh menganggarkan Rp1,38 miliar untuk pekerjaan fisik melalui proses tender. Selain itu, disiapkan pula anggaran Rp120 juta untuk jasa konsultansi perencanaan dan pengawasan.
Secara keseluruhan, nilai anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk pembenahan kedua taman tersebut beserta layanan pendukungnya mencapai sekitar Rp11,2 miliar.
Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ruang publik di Banda Aceh yang selama ini menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, pelajar, komunitas, hingga wisatawan.
Keberadaan taman kota yang tertata baik dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas lingkungan perkotaan sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat. Di tengah perkembangan kota yang terus berlangsung, ruang terbuka hijau menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan kualitas hidup warga.
Penataan ulang Taman Sari dan Taman Putroe Phang juga diharapkan dapat memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki, keluarga, dan wisatawan, sekaligus menyediakan ruang publik yang lebih layak, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan investasi yang mencapai belasan miliar rupiah tersebut, masyarakat kini menaruh harapan agar revitalisasi tidak hanya menghadirkan perubahan fisik semata, tetapi juga mampu meningkatkan fungsi taman sebagai pusat aktivitas sosial, rekreasi, edukasi, dan ruang hijau yang menjadi kebanggaan warga Banda Aceh.
Jika terealisasi sesuai rencana, kedua taman yang selama ini menjadi ikon kota itu akan tampil dengan wajah baru pada 2026 mendatang dan diharapkan menjadi simbol penguatan kualitas ruang publik di ibu kota Provinsi Aceh.
[Raudhatul Jannah]