
Emas Antam
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami tekanan tajam pada Senin (13/4/2026). Dalam sehari, harga emas turun signifikan sebesar Rp 42.000 per gram.
Harga emas yang sebelumnya berada di level Rp 2.860.000 kini jatuh ke Rp 2.818.000 per gram. Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa, tetapi menjadi sinyal bahwa pasar emas sedang berada dalam fase volatil.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback (harga jual kembali), yang kini turun ke Rp 2.585.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.627.000.
Artinya, selisih antara harga beli dan jual kembali kini melebar menjadi Rp 233.000 per gram—angka yang tidak kecil bagi investor ritel.
Spread Melebar, Untung Makin Tipis
Selisih harga (spread) ini menjadi faktor krusial yang sering diabaikan. Dalam kondisi saat ini, investor harus mengejar kenaikan harga yang lebih tinggi hanya untuk mencapai titik impas.
Dengan kata lain, emas tidak lagi otomatis “aman”—butuh momentum yang tepat untuk benar-benar menghasilkan keuntungan.
Pajak Menggerus Keuntungan
Selain harga, beban pajak juga menjadi variabel penting yang tidak bisa dihindari.
Pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:
- 0,45% bagi pemilik NPWP
- 0,9% bagi non-NPWP
Pajak ini langsung menambah biaya awal investasi.
Sementara saat menjual kembali, investor kembali dikenakan pajak:
- 1,5% (NPWP)
- 3% (non-NPWP) untuk transaksi di atas Rp 10 juta
Artinya, keuntungan emas tidak hanya ditentukan oleh kenaikan harga, tetapi juga “tergerus” oleh pajak di dua sisi transaksi.
Harga Lengkap Emas Antam (13 April 2026)
Berikut rincian harga berdasarkan data resmi Logam Mulia:
- 0,5 gram: Rp 1.459.000
- 1 gram: Rp 2.818.000
- 2 gram: Rp 5.576.000
- 3 gram: Rp 8.339.000
- 5 gram: Rp 13.865.000
- 10 gram: Rp 27.674.000
- 25 gram: Rp 69.062.000
- 50 gram: Rp 138.045.000
- 100 gram: Rp 276.012.000
- 250 gram: Rp 689.765.000
- 500 gram: Rp 1.379.320.000
- 1.000 gram: Rp 2.758.600.000
(Harga belum termasuk pajak)
Harga Daerah Bisa Berbeda
Perlu dicatat, harga resmi Antam mengacu pada Butik Logam Mulia di Jakarta. Di daerah, termasuk Aceh, harga bisa lebih tinggi karena faktor distribusi dan dinamika permintaan lokal.
Kesimpulan: Emas Masih Aman, Tapi Tidak Lagi “Instan Untung”
Penurunan tajam hari ini menjadi pengingat bahwa investasi emas tidak selalu bergerak satu arah. Dalam kondisi spread melebar dan pajak yang tinggi, strategi beli-jual jangka pendek menjadi semakin berisiko.
Investor dituntut lebih cermat membaca momentum—karena di tengah fluktuasi ini, keuntungan tidak datang otomatis.[]
