
Foto: Ilustrasi kemasan. (Dok. Freepik)
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Lonjakan harga plastik global mulai mengubah peta industri kemasan. Saat bahan baku plastik makin mahal dan pasokannya terganggu akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, permintaan beralih deras ke kemasan berbasis kertas.
Momentum ini menjadi berkah bagi PT Alkindo Naratama Tbk. Emiten berkode ALDO itu mengaku mulai menikmati lonjakan permintaan signifikan di tengah mahalnya plastik dunia.
Direktur Utama Alkindo, Herwanto Susanto, menyebut kenaikan harga plastik mendorong pergeseran pasar secara konsisten ke produk kertas sebagai substitusi utama.
Permintaan Naik 20–30 Persen
Menurut data internal perusahaan, permintaan kemasan kertas meningkat sekitar 20% hingga 30% sejak awal tahun 2026.
Kenaikan ini terjadi seiring menipisnya stok plastik lama di tingkat industri dan penyesuaian harga baru di pasar.
Artinya, pelaku usaha mulai menghitung ulang biaya produksi dan mencari alternatif kemasan yang lebih stabil.
Sektor Makanan Paling Agresif Beralih
Peralihan paling terasa terjadi di sektor food packaging atau kemasan makanan.
Pelaku usaha kuliner, restoran, hingga produsen makanan olahan mulai beralih ke kertas karena:
- harga lebih kompetitif dibanding plastik yang melonjak
- pasokan lebih stabil
- citra ramah lingkungan lebih kuat
- sesuai tren pengurangan plastik sekali pakai
Perubahan ini membuka ruang pertumbuhan baru bagi produsen kemasan kertas nasional.
Siapkan Rp100 Miliar untuk Ekspansi
Menangkap peluang pasar, Alkindo menggelontorkan Rp100 miliar untuk ekspansi pada tahun ini.
Rinciannya:
- Rp50 miliar untuk belanja modal (capital expenditure)
- Rp50 miliar untuk modal kerja
Dana tersebut diarahkan untuk menaikkan kapasitas produksi hingga 30%, termasuk pembelian lahan pabrik baru di Jawa Barat.
Langkah ini menunjukkan perusahaan melihat lonjakan permintaan bukan tren sesaat, tetapi peluang jangka menengah.
Bioplastik Juga Disiapkan
Meski permintaan kertas meningkat, perusahaan mengakui tidak semua kebutuhan kemasan bisa digantikan kertas.
Karena itu, Alkindo juga mempercepat pengembangan bioplastik sebagai solusi untuk segmen tertentu yang membutuhkan daya tahan dan fleksibilitas lebih tinggi.
Peta Industri Sedang Bergeser
Krisis pasokan plastik global bisa menjadi titik balik industri kemasan. Jika harga plastik terus tinggi, maka perusahaan berbasis kertas akan berada di posisi strategis.
Yang dulu dianggap alternatif, kini berubah menjadi pilihan utama.
Dalam bisnis, krisis satu sektor sering kali menjadi peluang sektor lain.
Dan kali ini, mahalnya plastik justru membuka jalan cuan baru bagi industri kertas.[dk]
