
Jamaah haji Aceh yang baru tiba dijemput di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (Foto/mediasurak.id/Raudhah)
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Mayoritas jAmaah haji asal Aceh yang telah kembali dari Tanah Suci dipastikan dalam kondisi sehat. Namun, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh bersama Dinas Kesehatan Aceh belum menurunkan kewaspadaan. Seluruh jemaah tetap menjalani pemantauan kesehatan selama 14 hari sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya penyakit menular setelah kepulangan.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardana, mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap jemaah yang tiba di Aceh menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Meski beberapa jemaah, terutama lanjut usia, mengalami kelelahan dan keluhan kesehatan ringan, tidak ditemukan kasus penyakit menular yang memerlukan penanganan khusus.
“Secara garis besar, jamaah haji yang telah sampai ke Aceh kondisinya mayoritas sehat. Memang ada beberapa yang berdasarkan One Health System berstatus merah, tetapi setelah kami lakukan pemeriksaan lanjutan dan pengambilan sampel, hasilnya seluruhnya negatif. Tidak ditemukan penyakit menular maupun kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan,” kata Ali, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, sebagian besar keluhan yang dialami jamaah dapat ditangani di Poliklinik Asrama Haji Debarkasi Aceh tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.
Meski demikian, PPIH Debarkasi Aceh tetap menerapkan pemantauan kesehatan selama dua kali masa inkubasi atau 14 hari setelah kepulangan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini terhadap kemungkinan munculnya penyakit infeksi yang baru menunjukkan gejala beberapa hari setelah seseorang kembali dari perjalanan internasional.
Ali menjelaskan, pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh serta Dinas Kesehatan kabupaten/kota agar kondisi seluruh jemaah tetap terpantau di daerah masing-masing.
“Kami tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi maupun kabupaten/kota. Jika ada jemaah yang mengalami gejala seperti batuk, demam, atau keluhan kesehatan lainnya, diharapkan segera melapor ke fasilitas kesehatan setempat agar bisa segera ditangani,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, memastikan seluruh puskesmas di 23 kabupaten/kota telah bersiaga memberikan pelayanan sekaligus melakukan pemantauan terhadap jemaah yang telah kembali ke daerah asal.
“Seluruh fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas di 23 kabupaten/kota, sudah siap melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan kepada jemaah haji yang telah kembali. Hingga saat ini hasil evaluasi menunjukkan belum ada jemaah yang terdampak penyakit menular,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh jemaah yang menjalani pemeriksaan lanjutan setelah tiba di Aceh juga telah dinyatakan negatif terhadap penyakit yang menjadi perhatian petugas kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan, para jemaah diimbau membatasi aktivitas di luar rumah selama masa pemantauan, memperbanyak waktu istirahat, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta menggunakan masker ketika berinteraksi dengan orang lain. Imbauan tersebut diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatan jemaah tetap prima sekaligus meminimalkan risiko penularan penyakit di lingkungan keluarga dan masyarakat.
[Raudhah]



