Peter Gontha
MEDIASURAK.ID, JAKARTA – Kritik terhadap pemberitaan Majalah Tempo terus bergulir. Ketua Dewan Pakar DPP Partai NasDem, Peter Gontha, melontarkan serangan keras, menyebut tulisan tersebut bukan lagi kritik, melainkan framing yang menyesatkan.
Menurutnya, narasi yang dibangun terhadap Surya Paloh dan Partai NasDem tidak mencerminkan fakta, bahkan merendahkan kecerdasan publik.
“Ini bukan kritik. Ini upaya menggiring opini secara tendensius,” tegas Peter.
Ia juga menolak keras anggapan bahwa NasDem adalah institusi komersial. Sebagai orang yang berada di dalam struktur partai, Peter menegaskan bahwa realitas yang ditulis jauh dari kenyataan.
“Saya melihat langsung. Apa yang disampaikan itu tidak sesuai fakta,” ujarnya.
Kebebasan Pers Disorot, Nasionalisme Dipertanyakan
Peter turut mengingatkan bahwa kebebasan pers tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab.
Menurutnya, ketika fakta dipelintir dan persepsi dibangun tanpa dasar kuat, maka yang terjadi bukan lagi jurnalisme, melainkan manipulasi opini.
Ia bahkan menyentil pihak yang mengklaim nasionalisme, namun justru gagal memaknai esensinya.
“Nasionalisme bukan sekadar tulisan. Ia harus nyata dalam sikap dan tindakan,” katanya.
Dalam konteks itu, Peter menilai Surya Paloh justru menunjukkan nasionalisme dalam praktik, bukan sekadar retorika.

Nurchalis, SP,M.Si
Suara Daerah Menguat: “Ini Melukai Kami”
Kritik terhadap Tempo tidak hanya datang dari pusat. Dari Aceh, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Aceh, Nurchalis, menyampaikan kekecewaan yang sama.
Ia menilai pemberitaan yang belum tentu kebenarannya tersebut sangat melukai kader partai.
“Pemberitaan yang belum tentu benar ini sangat melukai kami sebagai kader Partai NasDem,” tegas Nurchalis.
Menurutnya, NasDem selama ini justru menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan memahami pentingnya pemberitaan yang benar dan berimbang.
Namun, dalam kasus ini, ia melihat adanya pergeseran dari kritik menjadi framing yang menyesatkan.
“Yang ditulis ini belum tentu benar dan sudah bergeser ke framing yang menyesatkan,” ujarnya.
Tetap Loyal ke Paloh dan Pemerintah
Nurchalis juga menegaskan bahwa kader NasDem tetap solid dan konsisten terhadap kepemimpinan Surya Paloh.
Di saat yang sama, NasDem juga masih berada dalam garis dukungan terhadap program-program pemerintah.
“Padahal kami tetap konsisten terhadap Ketum Surya Paloh dan mendukung program pemerintah. Tapi pemberitaan seperti ini sangat melukai hati kami,” katanya.
Pesan Tegas: Jangan Korbankan Kebenaran
Baik Peter Gontha maupun Nurchalis sepakat bahwa kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi harus berbasis fakta.
Mereka mengingatkan agar media tidak mengorbankan kebenaran demi membangun narasi atau kepentingan tertentu.
“Bangsa ini membutuhkan pers yang mencerahkan, bukan yang membingungkan,” tegas Peter.
Ia pun menutup pernyataannya dengan sikap tegas:
“Saya berdiri pada apa yang saya katakan. Dan saya siap mempertanggungjawabkannya,”pungkas mantan Dubes RI untuk Polandia.[h]
