
Krueng Meureudu
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH– Bencana banjir yang berulang kembali menghantam Pidie Jaya. Sedikitnya 18 gampong dilaporkan terdampak dan tertutup lumpur setelah wilayah itu empat kali diterjang banjir susulan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Pusat turun langsung melakukan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana di daerah tersebut.
Direktur Jenderal Perumahan dan Pedesaan Kementerian PKP RI, Imran, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Setdakab Pidie Jaya, Jumat (8/5/2026), guna memastikan proses penanganan pascabencana tidak berjalan lambat atau stagnan.
Dalam pertemuan itu turut hadir Satgas PRR Kombes Pol Suwinto, Satgas PRR Kolonel Inf Feksi D Angi, unsur Forkopimda, Sekda, serta kepala SKPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.
“Pemerintah pusat tidak ingin proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lambat ataupun stagnan,” tegas Imran.
Menurutnya, seluruh persoalan di lapangan harus segera diinventarisasi secara detail agar penanganan bencana benar-benar tepat sasaran dan masyarakat tidak terus menunggu kepastian.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh program pusat berjalan di daerah. Semua kendala harus dibuka dan diselesaikan bersama,” ujarnya.
Imran juga menyoroti pentingnya koordinasi aktif antara pemerintah daerah dan pusat, terutama terkait percepatan pendataan rumah rusak, persoalan lahan, hingga berbagai hambatan teknis lain yang selama ini memperlambat proses rehab rekon.
Selain penanganan pascabanjir, pemerintah pusat juga mendorong percepatan sejumlah program strategis di Pidie Jaya, di antaranya rehabilitasi Irigasi Cubo–Trienggadeng, pembangunan bendungan di Ulee Gle Kecamatan Bandar Dua, serta pemulihan kawasan permukiman terdampak banjir.
Menurut Imran, program-program tersebut harus segera dieksekusi agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat yang hingga kini masih hidup dalam bayang-bayang banjir berulang.
“Sinergi pemerintah pusat dan daerah harus semakin kuat agar pemulihan kawasan terdampak bisa dipercepat serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Banjir susulan yang terus terjadi di Pidie Jaya tidak hanya merusak rumah warga dan fasilitas umum, tetapi juga meninggalkan timbunan lumpur di sejumlah gampong yang mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Karena itu, masyarakat berharap langkah percepatan rehab rekon yang dijanjikan pemerintah benar-benar segera terealisasi dan tidak berhenti sebatas koordinasi di meja rapat.[ed]
