
Warga Beutong Ateuh saat melakukan aksi di atas jembatan Blang Puuk.
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Ratusan warga Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, menggelar aksi damai di atas Jembatan Keude Puuk, Rabu (13/5/2026). Dalam aksi penuh emosi itu, masyarakat meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan agar tidak “menjual” daerah mereka demi kepentingan ekonomi yang dinilai dapat membawa penderitaan bagi masyarakat saat bencana alam melanda.
Dengan pengeras suara, para orator menyampaikan kekecewaan dan keresahan masyarakat terhadap kondisi wilayah mereka yang dianggap semakin rentan terhadap kerusakan lingkungan dan ancaman bencana.
“Kami minta Gubernur Mualem dan Bupati TRK jangan jual daerah kami. Kalau tidak sanggup lagi memimpin, bilang. Datang kemari berdialog dengan kami atau bunuh kami sekalian,” teriak seorang orator yang disambut sorakan warga.
Aksi tersebut diikuti laki-laki, perempuan hingga anak-anak yang memadati area jembatan. Warga membawa berbagai ekspresi kemarahan dan kesedihan, memperlihatkan betapa kuatnya kekhawatiran mereka terhadap masa depan kawasan Beutong Ateuh Banggalang.Warga

Beutong Ateuh Banggalang, laki-laki dan perempuan melakukan aksi bela daerah.
Menurut tokoh masyarakat setempat, aksi itu sengaja dilakukan sebagai bentuk peringatan terbuka kepada pemerintah agar lebih serius mendengar suara rakyat di pedalaman.
“Kami ingin pemimpin dan publik tahu bagaimana kondisi daerah kami selama ini. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” ujar salah seorang tokoh warga.
Dalam orasinya, warga juga menyinggung sejarah perjuangan tanah Beutong yang disebut pernah menjadi kawasan perlindungan perjuangan Cut Nyak Dhien.
“Dulu bumi Beutong Ateuh dijaga dan dilindungi oleh Cut Nyak Dhien. Sekarang kami mau tanya, masih sanggup menjaganya atau tidak? Jangan jual Beutong!” teriak orator berulang kali.
Nada protes warga mengindikasikan adanya ketakutan bahwa wilayah mereka akan terus dieksploitasi tanpa mempertimbangkan keselamatan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar, terutama ketika bencana alam kerap menghantui kawasan pegunungan dan aliran sungai di daerah tersebut.
Meski berlangsung penuh emosi, aksi berjalan damai dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian sektor Beutong Ateuh Banggalang. Hingga aksi berakhir, warga berharap pemerintah segera turun langsung berdialog dan memberikan kepastian mengenai masa depan kawasan mereka.[hr]