
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Harga emas di Banda Aceh kembali terkoreksi tajam pada Rabu (22/4/2026), memperpanjang tren pelemahan yang mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Penurunan kali ini tidak lagi tipis, melainkan mencapai Rp 50 ribu per mayam—sinyal tekanan pasar semakin kuat.
Berdasarkan pemantauan di Toko Emas Bina Nusa, Pasar Aceh, harga emas turun ke level Rp 8.180.000 per mayam, dari sebelumnya Rp8.230.000 per mayam pada Selasa (21/4/2026).
Dalam hitungan gram, harga emas kini berada di kisaran Rp 2.456.000 per gram, turun dari sekitar Rp2.472.000 per gram sehari sebelumnya. Di Aceh, satu mayam setara 3,33 gram.
Penurunan ini menegaskan bahwa pasar emas lokal masih berada dalam fase fluktuatif dan rentan terhadap tekanan eksternal, termasuk pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah.
Belum Termasuk Ongkos, Harga Riil Lebih Tinggi
Harga yang tercatat masih merupakan harga dasar. Untuk pembelian perhiasan, masyarakat tetap harus menambah ongkos pembuatan yang berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per mayam, tergantung desain dan tingkat kerumitan.
Artinya, meskipun harga dasar turun, beban riil pembelian belum tentu turun signifikan bagi konsumen.
Efek Domino: Emas Antam Ikut Terseret
Pelemahan harga emas di Banda Aceh sejalan dengan tren nasional. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga mengalami koreksi tajam.
Harga emas Antam turun Rp50 ribu menjadi Rp2.830.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.880.000. Sementara harga buyback—harga jual kembali ke Antam—ikut turun menjadi Rp2.640.000 per gram.
Dengan demikian, selisih harga jual dan buyback kini mencapai Rp190 ribu per gram, menunjukkan margin yang masih cukup lebar bagi investor ritel.
Daftar Harga Emas Antam (22 April 2026)
- 0,5 gram: Rp1.465.000 (Rp1.468.663 setelah pajak)
- 1 gram: Rp2.830.000 (Rp2.837.075 setelah pajak)
- 5 gram: Rp13.925.000 (Rp13.959.813 setelah pajak)
- 10 gram: Rp27.795.000 (Rp27.864.488 setelah pajak)
- 25 gram: Rp69.362.000 (Rp69.535.405 setelah pajak)
- 50 gram: Rp138.645.000 (Rp138.991.613 setelah pajak)
- 100 gram: Rp277.212.000 (Rp277.905.030 setelah pajak)
- 250 gram: Rp692.765.000 (Rp694.496.913 setelah pajak)
- 500 gram: Rp1.385.320.000 (Rp1.388.783.300 setelah pajak)
- 1.000 gram: Rp2.770.600.000 (Rp2.777.526.500 setelah pajak)
Momentum Beli atau Sinyal Risiko?
Koreksi harga ini membuka dua tafsir di kalangan pelaku pasar. Bagi sebagian masyarakat, penurunan bisa menjadi momentum untuk membeli. Namun di sisi lain, tren turun yang berlanjut juga menjadi sinyal bahwa pasar masih belum stabil.
Jika tekanan global berlanjut, harga emas berpotensi kembali bergerak turun. Sebaliknya, jika terjadi rebound, pembeli di level saat ini bisa diuntungkan.
Yang pasti, pergerakan emas saat ini menunjukkan satu hal: pasar sedang tidak tenang.[]
