
Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haythar diskusi serius dengan Ketua DPW NasDem Aceh, Irsan Sosiawan Gading terkait energi dan SDA Aceh. Foto/cakradunia.co/Ist
MEDIASURAT.ID,BANDA ACEH – Konsolidasi kekuatan politik dan moral Aceh kembali diperkuat. Ketua DPW NasDem Aceh yang juga anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading, bersama Wakil Ketua I DPRA, Saifuddin Muhammad, melakukan pertemuan strategis dengan Malik Mahmud Al Haythar, Selasa (21/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Wali Nanggroe itu tidak sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang konsolidasi arah pembangunan Aceh—khususnya dalam sektor energi dan sumber daya alam (SDA), yang selama ini dinilai belum optimal memberi dampak kesejahteraan bagi rakyat.
Ketua Fraksi NasDem DPRA, Ir Nurchalis,SP, M.Si mengungkapkan, diskusi berlangsung hangat namun sarat substansi. Salah satu fokus utama adalah bagaimana Aceh mampu bergerak lebih cepat keluar dari jebakan ketergantungan fiskal, dengan menjadikan sektor energi dan SDA sebagai fondasi ekonomi yang berkelanjutan.
“Diskusi menekankan pentingnya memastikan SDA Aceh tidak hanya dieksploitasi, tetapi dikelola secara lestari dan memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi daerah,” ujar Nurchalis.
Energi Jadi Kunci: Dari BBM hingga Listrik
Dalam pertemuan tersebut, Irsan menegaskan peran strategis Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi sumber daya alam. Ia menyampaikan komitmennya untuk mengawal berbagai isu krusial di Aceh, mulai dari distribusi BBM, stabilitas listrik, hingga pengelolaan SDA berbasis kepentingan daerah.
Sebagai putra daerah dari Dapil II Aceh, Irsan menilai Aceh memiliki potensi besar untuk keluar dari tekanan ekonomi jika sektor energi dikelola secara terintegrasi dan berpihak pada rakyat.
“Aceh punya kekuatan besar di sektor energi. Ini harus dikawal serius agar menjadi motor pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar sumber eksploitasi,” tegasnya.
Wali Nanggroe: Dukungan Penuh untuk Arah Baru Aceh
Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menyambut baik gagasan dan komitmen tersebut. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, legislatif, dan pemerintah Aceh dalam memastikan setiap kebijakan benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat.
Dukungan juga diarahkan untuk memperkuat program Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan pasangan Mualem–Dek Fadh, agar mampu menjawab tantangan ekonomi dan mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal.
NasDem: Siap Kawal dari Parlemen hingga Daerah
Dengan kekuatan 10 kursi di DPRA dan posisi strategis di parlemen, NasDem menyatakan komitmen penuh untuk mengawal program-program prioritas Aceh.
Irsan menegaskan, sinergi antara DPR RI dan Pemerintah Aceh akan terus diperkuat, terutama dalam sektor energi, listrik, dan pengelolaan SDA yang berkeadilan.
Pertemuan yang berlangsung hampir empat jam itu menggambarkan kedekatan emosional sekaligus keseriusan agenda yang dibahas.
“Suasananya seperti pertemuan orang tua dan anak yang lama tidak bertemu—hangat, terbuka, dan penuh harapan untuk masa depan Aceh,” tutup Nurchalis.[HH]
