
Ilustrasi: Jamaah haji Indonesia saat memasuki bus untuk mobilisasi antarkota di Arab Saudi. (Foto:Kemenag RI/Media Center Haji)
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci, ribuan jemaah haji asal Aceh kini memasuki fase penutup perjalanan spiritual mereka. Mulai Senin (8/6/2026), jemaah yang tergabung dalam Gelombang II secara bertahap meninggalkan Kota Makkah Al-Mukarramah menuju Madinah Al-Munawwarah, menandai dimulainya tahapan pemulangan sekaligus kesempatan terakhir memperbanyak ibadah di Kota Nabi sebelum kembali ke Tanah Air.
Pergerakan ini bukan sekadar perpindahan kota dalam rangkaian operasional haji, tetapi menjadi bagian penting dari fase akhir ibadah. Di Madinah, para jemaah akan melaksanakan ibadah Arbain, memperbanyak shalat berjamaah di Masjid Nabawi, berziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah SAW, serta mengunjungi sejumlah situs bersejarah Islam sebelum pulang ke Indonesia.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan Kloter BTJ 02 menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah dalam skema pergerakan Gelombang II tahun ini.
“Pergerakan jemaah Gelombang II menuju Madinah berlangsung secara bertahap. Kloter BTJ 02 menjadi rombongan perdana yang bergerak hari ini dengan menggunakan 10 unit bus yang telah disiapkan. Mobilisasi akan terus berlangsung hingga kloter terakhir, yaitu BTJ 14, pada 21 Juni mendatang,” ujar Arijal.
Menurutnya, seluruh proses perpindahan jemaah telah dipersiapkan secara matang untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Koordinasi antara petugas haji Indonesia dan otoritas Arab Saudi juga terus dilakukan guna menjamin kelancaran mobilisasi ribuan jemaah dari Makkah ke Madinah.
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Aceh, skema pemulangan jemaah tahun ini terbagi dalam dua jalur sesuai dengan gelombang keberangkatan mereka saat berangkat ke Tanah Suci.
Untuk Gelombang I, yang hanya terdiri dari Kloter BTJ 01, pemulangan akan dilakukan langsung dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menuju Tanah Air. Kloter tersebut dijadwalkan menjadi rombongan pertama yang kembali ke Aceh pada 15 Juni 2026.
Sementara itu, seluruh jemaah Gelombang II yang tergabung dalam Kloter BTJ 02 hingga BTJ 14 akan lebih dahulu menetap di Madinah sebelum kembali ke Indonesia. Selama berada di Kota Nabi, mereka akan menjalani berbagai rangkaian ibadah dan ziarah yang menjadi bagian penting dari pengalaman spiritual selama menunaikan ibadah haji.
Setelah menyelesaikan masa tinggal di Madinah, para jemaah akan diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah. Penerbangan perdana jemaah Gelombang II dijadwalkan berlangsung pada 16 Juni 2026.
Arijal mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang kepulangan ke Tanah Air. Mengingat cuaca di Arab Saudi masih cukup panas, para jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola istirahat, dan mematuhi arahan petugas kesehatan maupun petugas kloter.
Selain itu, PPIH juga kembali mengingatkan jemaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan yang berlaku saat proses kepulangan, termasuk larangan membawa barang-barang tertentu yang dapat menghambat pemeriksaan di bandara.
Dengan dimulainya pergerakan Gelombang II menuju Madinah, operasional haji Aceh kini memasuki babak akhir. Setelah melewati rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, para tamu Allah dari Serambi Makkah kini bersiap menuntaskan perjalanan spiritual mereka di Kota Nabi sebelum kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.
Bagi ribuan jemaah Aceh, Madinah bukan hanya persinggahan terakhir sebelum pulang, tetapi juga ruang untuk menutup perjalanan haji dengan doa, zikir, dan harapan agar seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalani diterima Allah SWT dan membawa pulang predikat haji yang mabrur.
[Anisanton Humaira]