
MEDIASURAK.ID, Jakarta — Di tengah gejolak harga minyak dan ketidakpastian pasokan energi global, Indonesia justru dinilai sebagai salah satu negara paling tangguh menghadapi badai energi dunia.
Lembaga investasi global J.P. Morgan Asset Management menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi global dalam laporan Eye on the Market bertajuk Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026.
Peringkat ini menempatkan Indonesia hanya sedikit di bawah Afrika Selatan, dan berada di atas Tiongkok maupun Amerika Serikat.
Batu Bara Jadi Benteng Energi Nasional
Dalam laporan itu, Indonesia mencatat insulation factor 77 persen, ukuran yang menunjukkan seberapa kuat sebuah negara bertahan dari gejolak energi eksternal.
Kekuatan Indonesia terutama berasal dari besarnya pasokan energi domestik:
- Batu bara: 48 persen konsumsi energi nasional
- Gas bumi domestik: 22 persen
- Energi terbarukan: 7 persen
Artinya, ketika banyak negara panik akibat tergantung impor energi, Indonesia masih memiliki bantalan dari sumber daya sendiri.
Lebih Kuat dari Negara Maju
J.P. Morgan juga menilai sejumlah negara maju justru paling rentan terhadap krisis energi karena ketergantungan tinggi pada impor minyak dan gas.
Negara-negara yang disebut rawan antara lain:
- Italia
- Jepang
- Korea Selatan
- Singapura
- Belanda
Sementara Indonesia dinilai lebih aman karena ketergantungan langsung terhadap jalur energi global seperti Selat Hormuz sangat kecil.
Impor minyak dan gas melalui Selat Hormuz disebut hanya sekitar 1 persen dari total konsumsi energi primer nasional.
Bandingkan dengan:
- Korea Selatan: 33 persen
- Taiwan: 27 persen
- Thailand: 27 persen
- Singapura: 26 persen
Airlangga: Bukti Kebijakan Jangka Panjang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut capaian ini sebagai hasil kebijakan jangka panjang pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan energi domestik dan percepatan transisi energi.
“Posisi ini memberi ruang fiskal yang lebih terkendali bagi APBN 2026 dan membantu melindungi daya beli masyarakat serta dunia usaha,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Kuat, Tapi Belum Aman Sepenuhnya
Meski dipuji tahan banting, tantangan Indonesia belum selesai. Ketahanan energi yang saat ini banyak disokong batu bara juga memunculkan pertanyaan besar: seberapa lama model ini bisa dipertahankan di tengah tekanan dunia menuju energi hijau?
Pemerintah mengaku akan mempercepat:
- Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT)
- Kendaraan listrik berbasis baterai
- Diversifikasi pasokan energi
- Penguatan produksi migas nasional
Pujian dan Peringatan
Laporan JP Morgan menjadi kabar baik bagi Indonesia. Namun di balik pujian itu tersimpan pesan penting: Indonesia kuat hari ini karena batu bara, tetapi masa depan akan ditentukan oleh keberhasilan beralih ke energi bersih.
Jika tidak, ketahanan hari ini bisa berubah menjadi beban esok hari.[dk]
