
Kapal motor pengangkuta tabung LPG 3 Kg tenggelam diterbang ombak besar di perairan Gampong Jawa, Banda Aceh, Sabtu malam (7/6/26). Ist
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Insiden kecelakaan kapal pengangkut LPG 3 kilogram di perairan Kuala Aceh akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi sempat memunculkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi bagi masyarakat Kota Sabang. Namun, Pertamina memastikan distribusi LPG subsidi ke wilayah kepulauan tersebut tetap berjalan dan stok dalam kondisi aman setelah berbagai langkah darurat segera diterapkan pascakejadian.
Sebagai daerah yang sangat bergantung pada jalur laut untuk distribusi energi, Sabang dinilai rentan terhadap gangguan logistik ketika cuaca ekstrem melanda perairan Aceh. Karena itu, respons cepat menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kelangkaan LPG yang dapat berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriansyah Sumampouw, mengatakan pihaknya telah menjalankan sejumlah langkah mitigasi untuk memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram tetap tersedia dan distribusinya tidak terhenti pasca insiden kapal pengangkut yang mengalami kecelakaan.
“Pertamina telah melakukan langkah-langkah mitigasi untuk memastikan pasokan LPG 3 kilogram di Sabang tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Fahrougi, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah meminjamkan sebanyak 1.120 tabung LPG 3 kilogram kepada agen penyalur di Sabang guna menjaga kelancaran distribusi selama proses pemulihan berlangsung. Selain itu, Pertamina juga menyiapkan armada pengganti untuk mempercepat pengiriman LPG dari Banda Aceh ke Sabang.
Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan setelah kapal pengangkut tabung gas mengalami kecelakaan di perairan Kuala Aceh pada Sabtu lalu akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Fahrougi menegaskan bahwa hingga saat ini stok LPG subsidi 3 kilogram di Sabang masih dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, warga diimbau tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat mengganggu distribusi di tingkat pangkalan.
“Ketersediaan LPG di Sabang masih aman. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena distribusi tetap berjalan dan kebutuhan akan terus kami penuhi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kemungkinan terganggunya pasokan LPG setelah kapal pengangkut mengalami kecelakaan di kawasan perairan Kuala Aceh.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan agen LPG, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memastikan distribusi energi bersubsidi ke Sabang tetap berlangsung lancar. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan rantai pasok sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi kelancaran penyaluran.
Selain fokus menjaga pasokan, Pertamina menegaskan bahwa aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasional dan distribusi energi.
Insiden kapal pengangkut LPG ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya sistem distribusi yang tangguh bagi daerah kepulauan seperti Sabang. Ketergantungan pada jalur laut membuat pasokan energi sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan faktor keselamatan pelayaran. Karena itu, kesiapsiagaan dan langkah cepat dalam penanganan menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Dengan berbagai langkah yang telah ditempuh, Pertamina optimistis pasokan LPG 3 kilogram di Kota Sabang tetap terjaga hingga distribusi kembali berjalan normal sepenuhnya, sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu meski sempat terjadi insiden pada jalur pengangkutan.
[Raudhatul Jannah]