
Mainoo merayakan gol usai membobol gawang
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Kobbie Mainoo menjadi pembeda dalam laga panas antara Manchester United dan Liverpool, Ahad (3/5/2026) malam WIB. Gelandang muda itu mencetak gol penentu kemenangan 3-2—sekaligus mengunci tiket Liga Champions untuk Setan Merah.
Gol Mainoo di menit ke-77 bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah klimaks dari duel sengit penuh drama, sekaligus jawaban atas tekanan panjang yang menghantui United dalam dua musim terakhir.
“Senang rasanya bisa kembali mencetak gol. Sudah lama,” ujar Mainoo kepada BBC Sport, dengan nada lega.
Namun bagi United, ini lebih dari sekadar gol. Ini adalah kepastian kembali ke panggung elit Eropa.
United langsung menghentak. Gol cepat dari Matheus Cunha di menit ke-6 membuka malam yang tampak mudah. Delapan menit berselang, Benjamin Sesko menggandakan keunggulan jadi 2-0.
Old Trafford bergemuruh. Liverpool seperti goyah.
Tapi tim tamu bukan tanpa perlawanan.
Di babak kedua, Dominik Szoboszlai memperkecil ketertinggalan lewat aksi individu mematikan. Lalu, kesalahan fatal kiper Senne Lammens dimanfaatkan Cody Gakpo untuk menyamakan skor 2-2.
Momentum berbalik. Tekanan berpindah.
Saat laga terasa menuju hasil imbang, Mainoo muncul.
Tanpa banyak drama, tanpa selebrasi berlebihan—hanya satu penyelesaian dingin yang mengubah segalanya. Skor 3-2.
Old Trafford meledak. Liverpool terdiam.
Gol itu memastikan United bertahan di peringkat tiga dengan 64 poin dan mengunci satu tempat di Liga Champions musim depan. Sementara Liverpool tertahan di posisi keempat dengan 58 poin.
Lebih dari itu, kemenangan ini menegaskan dominasi United atas rival bebuyutannya musim ini—dua kemenangan kandang dan tandang, pertama sejak musim 2015/2016.
Pelatih interim Michael Carrick menegaskan timnya belum akan berpuas diri.
“Kualifikasi Liga Champions sempat terasa jauh. Tapi kami terus bekerja. Ini bukan sesuatu yang langsung kami rayakan. Kami ingin finis setinggi mungkin,” ujarnya kepada Sky Sports.
United boleh tersenyum malam itu.
Tapi musim belum selesai.
Dan bagi Mainoo, satu gol ini bisa jadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.[edi]
