
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Ancaman cuaca ekstrem kembali menghantui wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir dan angin kencang akan melanda kawasan ini hingga 5 Mei 2026.
Fenomena ini diperkirakan terjadi pada rentang sore hingga malam hari—waktu ketika aktivitas warga masih tinggi, termasuk di sektor pertanian dan pesisir.
BMKG mengingatkan, kondisi ini bukan sekadar hujan biasa. Risiko sambaran petir meningkat, terutama bagi warga yang berada di area terbuka seperti sawah, kebun, hingga pesisir.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Pekan lalu, seorang warga di Nagan Raya dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat berada di sawahnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Nagan Raya, Gilang Yusuf Ardiansyah, menegaskan potensi hujan ringan hingga sedang dapat berkembang menjadi kondisi berbahaya.
“Waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah pesisir Barat dan Selatan Aceh,” ujarnya.
Kecepatan angin di enam kabupaten kawasan Barsela diperkirakan mencapai 20 km/jam dengan arah dominan dari tenggara.
BMKG secara tegas mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di tempat terbuka saat cuaca memburuk.
“Jangan berada di area terbuka karena sangat rawan disambar petir,” tegasnya.
Selain itu, suhu udara di wilayah Barsela diperkirakan berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban tinggi mencapai 70 hingga 98 persen—kondisi yang mendukung pembentukan awan hujan.
Di sektor kelautan, perairan Nagan Raya juga patut diwaspadai. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1 hingga 2,5 meter, berpotensi mengganggu aktivitas nelayan.
Situasi ini menuntut kewaspadaan penuh, terutama bagi warga pesisir dan petani yang beraktivitas di ruang terbuka.[hr]
