Barcelona tak butuh keajaiban untuk comeback melawan Atletico di Liga Champions. (REUTERS/Albert Gea)
SURAKMEDIA.ID, BANDA ACEH – Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick, mengirim pesan tegas jelang laga hidup-mati melawan Atletico Madrid. Tertinggal agregat 0-2 bukan alasan untuk menyerah—dan menurutnya, Barcelona tidak butuh keajaiban untuk membalikkan keadaan.
Pertarungan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Rabu (15/4) dini hari WIB, akan menjadi ujian mental sekaligus kualitas bagi Blaugrana.
Barcelona memang berada di posisi tertekan. Kekalahan di Camp Nou membuat mereka harus menang dengan selisih minimal tiga gol untuk lolos. Banyak yang meragukan. Banyak yang menyebut “keajaiban” sebagai satu-satunya jalan.
Namun Flick menolak narasi itu.
“Kami tidak membutuhkan keajaiban. Kami hanya perlu bermain dengan baik—dan kami mampu melakukannya,” tegasnya, dikutip dari Marca.
Momentum Bangkit, Bukan Mimpi Kosong
Kemenangan telak 4-1 atas Espanyol di La Liga menjadi suntikan energi baru. Bukan sekadar tiga poin, tapi sinyal bahwa mesin Barcelona kembali panas di saat yang paling dibutuhkan.
Flick memastikan Frenkie de Jong dan rekan-rekannya telah siap secara fisik dan mental untuk menghadapi tekanan di kandang Atletico.
“Kami sudah menyesuaikan ritme. Pertandingan sebelumnya tidak berjalan seperti yang kami rencanakan, tapi kami sudah melakukan koreksi,” ujarnya.
Dengan waktu pemulihan yang singkat, Flick percaya skuadnya tahu bagaimana menjaga kondisi. Fokus kini hanya satu: menyerang tanpa ragu.
Sejarah di Pihak Barcelona
Jika bicara comeback, Barcelona bukan tim sembarangan. Dunia sepak bola masih mengingat malam legendaris saat mereka menghancurkan Paris Saint-Germain 6-1 pada musim 2016/2017, membalikkan defisit empat gol yang nyaris mustahil.
Kini, tantangannya “hanya” dua gol.
Namun lawan kali ini adalah Atletico Madrid—tim yang dikenal dingin, disiplin, dan mematikan dalam bertahan.
Artinya, ini bukan sekadar soal mencetak gol. Ini soal keberanian, presisi, dan mental baja.
Segalanya Dipertaruhkan
Barcelona datang bukan untuk bertahan. Mereka datang untuk menyerang, memaksa, dan mengubah cerita.
Tidak ada ruang untuk ragu.
Tidak ada waktu untuk menunggu keajaiban. Karena bagi Flick, keajaiban itu bukan sesuatu yang ditunggu—melainkan sesuatu yang diciptakan di lapangan.[de]
