
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali meluluskan 1.322 mahasiswa dalam Wisuda ke-169. [Foto/Humas USK]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala kembali meluluskan 1.322 mahasiswa dalam Wisuda ke-169 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). Dengan tambahan tersebut, jumlah alumni USK kini mencapai 170.557 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Dalam pidatonya, Rektor USK, Prof. Mirza, menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik semata. Di tengah situasi global yang penuh tekanan ekonomi dan ketidakpastian, alumni dituntut mampu menjadi penggerak perubahan di masyarakat.
“Kami berharap para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja, penggerak masyarakat, dan agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Prof. Mirza.
Menurutnya, tantangan dunia saat ini semakin kompleks, mulai dari konflik internasional, tekanan ekonomi global, hingga tingginya biaya hidup yang turut memengaruhi kehidupan generasi muda.
Karena itu, perguruan tinggi harus hadir bukan hanya sebagai tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi, solusi, dan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Prof. Mirza mengatakan, USK terus memperkuat kontribusinya melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat agar pengembangan ilmu pengetahuan di kampus benar-benar memberi dampak nyata bagi publik.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada mantan Rektor USK periode 2022–2026, Prof. Dr. Ir. Marwan, beserta jajaran wakil rektor atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam memajukan USK.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi momentum memperkuat kolaborasi dan transformasi USK menjadi kampus yang semakin unggul dan mampu bersaing di tingkat global,” katanya
Suasana wisuda berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Ribuan keluarga tampak memadati kawasan kampus untuk menyaksikan anak-anak mereka menuntaskan salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan.
Bagi banyak wisudawan, momen ini bukan sekadar menerima ijazah, melainkan awal memasuki dunia nyata yang menuntut keberanian, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat.
[Raudhatul Jannah]